Kajian Islam tentang
“ Hajji dan Umrah”
1.
Alquran S.3 (Ali Imran) ayat 96-97, S.2 (Al Baqarah) ayat
125 dan ayat 196-197; S.22 (Al-
Hajj) ayat 26 -27; S.5 (Al Maaidah) ayat 97.
2.
Hadits2 Nabi Saw:
* “ Wahai manusia,
Allah telah mewajibkan atas kamu hajji. Maka berhajjilah kamu. Barang siapa
berhajji dengan tiada menuturkan kata-kata busuk dan keji dan taida berlaku
curang keluarlah ia dari dosanya sebagai dihari ia lahir dari perut ibunya”
(HR. Bukhari-Muslim)
* “Umrah ke Umrah menjadi kaffarah bagi barang
yang antara keduanya, hajji yang sempurna lagi ikhlas, tak lain pembalasannya
selain syurga” (HR. Bukhari-Muslim)
* “Atas kaum wanita itu
jihad yang tak ada padanya bunuh-membunuh; yakni: Hajji dan Umrah (HR. Ahmad)
Catatan
tentang Haji & Umrah
Menurut para ulama
makna Hajji, ialah “mengqasadkan Baitullah yang telah dijadikan Allah Swt
ka’bah bagi segala orang Islam, untuk mentawafinya; dan untuk melaksanakan
beberapa amalan dan ibadat yang telah ditetapkan syarak diwaktu-waktu yang
telah ditentukan; yaitu dari 1 Syawal hingga hari kesepuluh dari Dzulhijjah”.
Makna Umrah itu, ialah
“menziarahi Baitullah dengan mengerjakan beberapa ibadat diwaktu mana saja kita
kehendaki”.
Hajji & Umrah itu
diwajibkan hanya sekali dalam seumur hidup.
Hadits yang di
beritakan Ibnu Abbas ujarnya : Rasulullah berkhutbah. Dalam khutbahnya beliau
berkata: “Bahwasanya Allah telah
menfardukan hajji atas kamu”. Diketika itu bertanya Al-Aqra’: Apakah pada tiap
tahun ? Mejawab Nabi: “Hajji itu sekali saja, yang lebih dihukum tathauwu” (HR.
Abu Daud)
Agama Islam mensyariatkan dan mewajibkan
hajji atas orang-orang yang mampu. Hajji itu mempunyai kemaslahatan yang
beraneka macam hikmah. Ada yang terkait dengan peri-budi dan kebathinan, dan
ada juga yang terkait dengan peri-kehidupan. Permulaan rahasia-rahasia hajji
itu adalah jalan perikatan kemanusiaan secara umum, persaudaraan muslim untuk
berkenalan dengan setiap orang yang datang dari berbagai penjuru dunia. Hajji
dimana saat itu berkumpul manusia muslim di Padang Arafah. Disana bertemu
muslim yang terdiri dari berbagai bangsa dan jenis, guna mewujudkan suatu
persautan besar yang bernaung di bawah panji-panji Tauhid. Semuanya
bercita-cita yang satu yaitu menghadap kehadirat Allah; dan dari setiap lidah
mengucapkan kata: “Labbaika Allaahumma labbaik”.
Berkumpulnya manusia muslim dalam
melaksanakan amalan-amalan hajji, mewujudkan persamaan diantara mereka itu.
Tidak ada lagi perbedaan antara sikaya dan simiskin, Hartawan dan yang papa.
Semua mereka berbalut kain pakaian yang sederhana yaitu kain ihram. Semua
terlihat sama.
Hajji itu merupakan kongres dunia Islam
yang mensifatkan kebesaran pengaruh seruan Nabi Besar Muhammad Saw, yang
dikunjungi oleh bangsa-bangsa dunia, supaya setiap mereka dapat berkenalan
secara pribadi dan saling mengenal perkembangan masyarakat masing-masing, dan
juga dapat membuat berbagai ikatan perundingan dan kerjasama sehingga dapat
terlindung dari sifat manusia-manusia loba dan tamak kaum-kaum kapitalis
penjajah harta, dan tahta.
Disanalah,
dihadapan Allah Swt mereka berjanji akan bekerjasama dan saling
tolong-menolong.
Alangkah sedihnya hati kita melihat
kecenderungan yang terjadi saat ini. Banyak diantaranya yang sudah lupa dan
tidak memperdulikan lagi hikmah-hikmah dan rahasia-rahasia hajji. Pergi ke Mekkah
hanya semata-mata untuk mendapatkan predikat Hajji atau Hajjah.
Beberapa hal yang perlu diketahui dalam
berhajji yaitu:
1. Membesarkan Batullah yang telah
dijadikan suatu syiar agama yang benar.
2. Mewujudkan pertemuan besar antara
seluruh ummat Islam,
3. Melanjutkan upacara ibadat yang telah
diresmikan oleh Nabi Ibrahim Alaihi Salam.
4. Mewujudkan rasa persamaan antara
sesame muslin dan sesama manusia
5. Menegakkan amalan-amalan yang
membuktikan bahwa ummat Islam itu, ummat yang mentauhidkan Allah Swt.
Hikmah-hikmah hajji yang langsung
faedahnya dirasakan ummat, yaitu:
-
Menghasilkan bantuan materiil kepada
penduduk Mekkah yang berpadang pasir itu, dimana tanahnya tidaklah subur untuk
tumbuhnya tanam-tanaman.
-
Menghasilkan faedah bathin bagi setiap
orang yang datang kesana dengan berbagai tingkat pemahamannya,
-
Merayakan hari terakhir turunnya
Al-Qur’an ditempat turunnya yaitu di Arafah.
Demikian Allah Swt menjadikan Mekkah dan
Arafah sebagai tempat berkumpulnya ummat muslim. Tempat bertemunya
bangsa-bangsa Timur dan Barat.
Aamiin…@@@
@-ali mursal-@
Tidak ada komentar:
Posting Komentar