Senin, 01 Oktober 2018

Bacaan Al-Qur'an & Kekuatan Hidup

Kajian Islam tentang “ Hajji  dan Umrah”

1. Alquran S.3 (Ali Imran) ayat 96-97, S.2 (Al Baqarah) ayat 125 dan ayat 196-197; S.22 (Al- Hajj) ayat 26 -27; S.5 (Al Maaidah) ayat 97.
2. Hadits2 Nabi Saw:
* “ Wahai manusia, Allah telah mewajibkan atas kamu hajji. Maka berhajjilah kamu. Barang siapa berhajji dengan tiada menuturkan kata-kata busuk dan keji dan taida berlaku curang keluarlah ia dari dosanya sebagai dihari ia lahir dari perut ibunya” (HR. Bukhari-Muslim)
*  “Umrah ke Umrah menjadi kaffarah bagi barang yang antara keduanya, hajji yang sempurna lagi ikhlas, tak lain pembalasannya selain syurga” (HR. Bukhari-Muslim)
* “Atas kaum wanita itu jihad yang tak ada padanya bunuh-membunuh; yakni: Hajji dan Umrah (HR. Ahmad)
Catatan tentang Haji & Umrah
Menurut para ulama makna Hajji, ialah “mengqasadkan Baitullah yang telah dijadikan Allah Swt ka’bah bagi segala orang Islam, untuk mentawafinya; dan untuk melaksanakan beberapa amalan dan ibadat yang telah ditetapkan syarak diwaktu-waktu yang telah ditentukan; yaitu dari 1 Syawal hingga hari kesepuluh dari Dzulhijjah”.
Makna Umrah itu, ialah “menziarahi Baitullah dengan mengerjakan beberapa ibadat diwaktu mana saja kita kehendaki”.
Hajji & Umrah itu diwajibkan hanya sekali dalam seumur hidup.
Hadits yang di beritakan Ibnu Abbas ujarnya : Rasulullah berkhutbah. Dalam khutbahnya beliau berkata:  “Bahwasanya Allah telah menfardukan hajji atas kamu”. Diketika itu bertanya Al-Aqra’: Apakah pada tiap tahun ? Mejawab Nabi: “Hajji itu sekali saja, yang lebih dihukum tathauwu” (HR. Abu Daud)
Agama Islam mensyariatkan dan mewajibkan hajji atas orang-orang yang mampu. Hajji itu mempunyai kemaslahatan yang beraneka macam hikmah. Ada yang terkait dengan peri-budi dan kebathinan, dan ada juga yang terkait dengan peri-kehidupan. Permulaan rahasia-rahasia hajji itu adalah jalan perikatan kemanusiaan secara umum, persaudaraan muslim untuk berkenalan dengan setiap orang yang datang dari berbagai penjuru dunia. Hajji dimana saat itu berkumpul manusia muslim di Padang Arafah. Disana bertemu muslim yang terdiri dari berbagai bangsa dan jenis, guna mewujudkan suatu persautan besar yang bernaung di bawah panji-panji Tauhid. Semuanya bercita-cita yang satu yaitu menghadap kehadirat Allah; dan dari setiap lidah mengucapkan kata: “Labbaika Allaahumma labbaik”.
Berkumpulnya manusia muslim dalam melaksanakan amalan-amalan hajji, mewujudkan persamaan diantara mereka itu. Tidak ada lagi perbedaan antara sikaya dan simiskin, Hartawan dan yang papa. Semua mereka berbalut kain pakaian yang sederhana yaitu kain ihram. Semua terlihat sama.
Hajji itu merupakan kongres dunia Islam yang mensifatkan kebesaran pengaruh seruan Nabi Besar Muhammad Saw, yang dikunjungi oleh bangsa-bangsa dunia, supaya setiap mereka dapat berkenalan secara pribadi dan saling mengenal perkembangan masyarakat masing-masing, dan juga dapat membuat berbagai ikatan perundingan dan kerjasama sehingga dapat terlindung dari sifat manusia-manusia loba dan tamak kaum-kaum kapitalis penjajah harta, dan tahta.
Disanalah, dihadapan Allah Swt mereka berjanji akan bekerjasama dan saling tolong-menolong.
Alangkah sedihnya hati kita melihat kecenderungan yang terjadi saat ini. Banyak diantaranya yang sudah lupa dan tidak memperdulikan lagi hikmah-hikmah dan rahasia-rahasia hajji. Pergi ke Mekkah hanya semata-mata untuk mendapatkan predikat Hajji atau Hajjah.
Beberapa hal yang perlu diketahui dalam berhajji yaitu:
1. Membesarkan Batullah yang telah dijadikan suatu syiar agama yang benar.
2. Mewujudkan pertemuan besar antara seluruh ummat Islam,
3. Melanjutkan upacara ibadat yang telah diresmikan oleh Nabi Ibrahim Alaihi Salam.
4. Mewujudkan rasa persamaan antara sesame muslin dan sesama manusia
5. Menegakkan amalan-amalan yang membuktikan bahwa ummat Islam itu, ummat yang mentauhidkan Allah Swt.
Hikmah-hikmah hajji yang langsung faedahnya dirasakan ummat, yaitu:
-          Menghasilkan bantuan materiil kepada penduduk Mekkah yang berpadang pasir itu, dimana tanahnya tidaklah subur untuk tumbuhnya tanam-tanaman.
-          Menghasilkan faedah bathin bagi setiap orang yang datang kesana dengan berbagai tingkat pemahamannya,
-          Merayakan hari terakhir turunnya Al-Qur’an ditempat turunnya yaitu di Arafah.
Demikian Allah Swt menjadikan Mekkah dan Arafah sebagai tempat berkumpulnya ummat muslim. Tempat bertemunya bangsa-bangsa Timur dan Barat.  Aamiin…@@@

@-ali mursal-@

Tidak ada komentar:

Posting Komentar