Kajian Islam: Berbicara mengenai Iman dan Islam, juga erat
kaitannnya dengan bersuci atau Thaharah. Di dalam Islam bersih itu bukan hanya
sekedar bersih secara fisik tapi juga
bersih secara bathin. Jadi bukan hanya zatnya saja yang bersih, melainkan sifatnya juga harus bersih sehingga seorang
muslim itu senantiasa bersih zatnya dan bersih sifatnya. Seorang Muslim itu
harus bersih ucapannya, bersih niatnya, dan bersih tingkah lakunya. Di dalam Islam sering kita menemui
pembicaraan bahwa “kebesihan itu sebahagian dari Iman. Bahkan di dalam kitab Buluughul
Maraam Min Adilatil Ahkaam karangan Ibnu Hajar Atsqalani, Bab bersuci
ditempatkan pada bab pertama. Seorang
Muslim ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar dirinya selalu bersih.
Cara membersihkan diri dalam islam ada dengan cara bersuci, berwudhuk dan
mandi. Seorang Muslim yang terkena najis maka yang bersangkutan harus
membersihkandiri dengan bersuci yaitu membersihkan dirinya dari najis tersebut.
Jika seseorang Muslim “berjinabah” maka wajib hukumnya baginya untuk melakukan
“mandi wajib” atau mandi jinabah. begitu juga bagi seorang muslimah yang
sehabis haid, maka wajib baginya “mandi” (wajib), agar dirinya kembali bersih
dari najis. Oleh karena itu seorang muslim/muslimah perlu mempelajari tata cara mandi wajib sesuai dengan
sunnah-sunnah Rasullah Saw. Akhir-akhir ini pelajaran tentang bersuci ini
sangat jarang di dapatkan di bangku pelajaran maupun di surau-surau, padahal
hal semacam ini merpakan sesuatu yang penting untuk dijadikan perhatian oleh
setiap kita,terutama bagi para orang tua, sehingga anak-anaknya paham betul apa
yang dinamakan bersuci.
Di dalam Islam, banyak hadits-hadits yang berkaitan dengan
“mandi dan hukum jinabat”. Dalam suatu riwayat dari Abu Hurairah Ra. disebutkan
bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Apabila seseorang laki-laki duduk diantara
empat bagian (tubuh) wanita lalu ia mencampurinya, maka ia telah wajib mandi”,
bahkan di dalam Riwayat Muslim menambahkan:”Meskipun ia belum mengeluarkan (air
mani)”.
Dalam hadits lain dari Anas Ra, bahwa Rasulullah Saw
bersabda tentang wanita yang bermimpi sebagaimana mimpinya seorang laki-laki,
beliau bersabda: Ia harus mandi”. Dari ‘Aisyah Ra, berkata Rasulullah Saw
biasanya mandi karena empat hal: jinabat, hari Jum’at, berbekam, dan memandikan
mayit. (Riwayat Abu Daud). Dalam riwayat lain “Aisyah Ra berkata: Biasanya
Rasulullah Saw jika mandi karena jinabat akan mulai dengan membersihkan kedua
tangannya, kemudian menumpahkan air dari tangan kanan ke tangan kri, lalu
mencuci kemaluannya, kemudian berwuduk, lalu mengambil air, kemudian memasukkan
jari-jarinya ke pangkal-pangkal rambut, lalu menyiram kepalanya tiga gemgam
air, kemdian mengguyur seluruh tubuhnya dan mencuci kedua kakinya.
Karena begitu pentingnya hal bersuci ini, maka sebaiknya
seorang muslim/muslimah kembali lagi mempelajari tata cara mandi, terutama
mandi wajib, sehingga dirinya senantiasa bersih secara lahir maupun bathin. In
Sha Allah…Aamiin..@@
Tidak ada komentar:
Posting Komentar