Senin, 01 Oktober 2018

Kajian Islam Tentang Bersuci /Thaharah

Kajian Islam: Berbicara mengenai Iman dan Islam, juga erat kaitannnya dengan bersuci atau Thaharah. Di dalam Islam bersih itu bukan hanya sekedar  bersih secara fisik tapi juga bersih secara bathin. Jadi bukan hanya zatnya saja yang bersih, melainkan  sifatnya juga harus bersih sehingga seorang muslim itu senantiasa bersih zatnya dan bersih sifatnya. Seorang Muslim itu harus bersih ucapannya, bersih niatnya, dan bersih tingkah lakunya.  Di dalam Islam sering kita menemui pembicaraan bahwa “kebesihan itu sebahagian dari Iman. Bahkan di dalam kitab Buluughul Maraam Min Adilatil Ahkaam karangan Ibnu Hajar Atsqalani, Bab bersuci ditempatkan pada bab pertama.  Seorang Muslim ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar dirinya selalu bersih. Cara membersihkan diri dalam islam ada dengan cara bersuci, berwudhuk dan mandi. Seorang Muslim yang terkena najis maka yang bersangkutan harus membersihkandiri dengan bersuci yaitu membersihkan dirinya dari najis tersebut. Jika seseorang Muslim “berjinabah” maka wajib hukumnya baginya untuk melakukan “mandi wajib” atau mandi jinabah. begitu juga bagi seorang muslimah yang sehabis haid, maka wajib baginya “mandi” (wajib), agar dirinya kembali bersih dari najis. Oleh karena itu seorang muslim/muslimah perlu mempelajari  tata cara mandi wajib sesuai dengan sunnah-sunnah Rasullah Saw. Akhir-akhir ini pelajaran tentang bersuci ini sangat jarang di dapatkan di bangku pelajaran maupun di surau-surau, padahal hal semacam ini merpakan sesuatu yang penting untuk dijadikan perhatian oleh setiap kita,terutama bagi para orang tua, sehingga anak-anaknya paham betul apa yang dinamakan bersuci.
Di dalam Islam, banyak hadits-hadits yang berkaitan dengan “mandi dan hukum jinabat”. Dalam suatu riwayat dari Abu Hurairah Ra. disebutkan bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Apabila seseorang laki-laki duduk diantara empat bagian (tubuh) wanita lalu ia mencampurinya, maka ia telah wajib mandi”, bahkan di dalam Riwayat Muslim menambahkan:”Meskipun ia belum mengeluarkan (air mani)”.
Dalam hadits lain dari Anas Ra, bahwa Rasulullah Saw bersabda tentang wanita yang bermimpi sebagaimana mimpinya seorang laki-laki, beliau bersabda: Ia harus mandi”. Dari ‘Aisyah Ra, berkata Rasulullah Saw biasanya mandi karena empat hal: jinabat, hari Jum’at, berbekam, dan memandikan mayit. (Riwayat Abu Daud). Dalam riwayat lain “Aisyah Ra berkata: Biasanya Rasulullah Saw jika mandi karena jinabat akan mulai dengan membersihkan kedua tangannya, kemudian menumpahkan air dari tangan kanan ke tangan kri, lalu mencuci kemaluannya, kemudian berwuduk, lalu mengambil air, kemudian memasukkan jari-jarinya ke pangkal-pangkal rambut, lalu menyiram kepalanya tiga gemgam air, kemdian mengguyur seluruh tubuhnya dan mencuci kedua kakinya.

Karena begitu pentingnya hal bersuci ini, maka sebaiknya seorang muslim/muslimah kembali lagi mempelajari tata cara mandi, terutama mandi wajib, sehingga dirinya senantiasa bersih secara lahir maupun bathin. In Sha Allah…Aamiin..@@

Tidak ada komentar:

Posting Komentar