Senin, 01 Oktober 2018

Renungan Takziah

Renungan Takziah: Di pagi Jum’at subuh ini sangat baik untuk melakukan zikir dan do’a, namun hal itu untuk sementara ditunda dulu demi mengenang perjalanan hidup seorang kakak sekaligus sahabat yang telah mendahului kita yaitu: Alm Muhammad Fikri Insyauddin Dt Mandaro Panjang. Alm mulai mendapat kontak kembali dengan kami tatkala beliau membuka Fbnya, setelah kami sapa, pertama kali yang disampaikan alm adalah bahwa telah banyak sahabat-sahabat nya sewaktu sekolah di Padang dulu yang telah wafat, beliau sebutkan satu persatu, mulai dari alm Kkd Syamsul Fitri Tamin (Mak oncu), alm Kkd Ardius Zubir (kak Diuh), alm Darwin Sinin Aia Batumbuak, terakhir disebutkan  alm Kkd Nazwir Naamin Dt Gununang Ameh Lb Dama, dst. Tiba-tiba muncul komentar dari salah seorang di fb itu, yang mengatakan “Mak Dt nostalgia ni yee”. Kemudian beliau melanjutkan bahwa yang masih hidup yaitu: Kkd Asril Azis (kak As Aziz) Gelanggang Tinggi, Kak Ali Nusri, Kak Bustani Mangguang Sati, Sdr Mairizal Mandaro Bonsu, dan kami sendiri.  Dari cerita beliau ini, menggambarkan bahwa kami sewaktu sekolah di Padang sempat bersama tinggal di Belakang RPT Parak Gadang Padang. Perjalanan menapaki hidup ini terkadang memang ada sewaktu-waktu yang seiring-sejalan, namun kemudian juga kembali berpisah di dunia tapi yang jelas akhirnya akan berpisah tatkala salah seorang diantara kita di wafatkan. Dikala salah seorang diantaranya wafat, maka kenangan hidup bersama itu kembali terukir, seakan-akan peristiwa itu baru saja dilalui, walaupun kejadiannya sudah berlangsung beberapa tahun yang silam. Dari kejadian ini kita semakin sadar bahwa maut itu merupakan sesuatu yang pasti, begitu juga dengan hidup ini dari semenjak kecil lalu menjadi dewasa, dari dewasa menjadi tua dan kemudian wafat, juga merupakan sesuatu yang pasti. Hati ini terasa hampa jika salah seorang kakak atau sahabat telah mendahului kita.
Sebagaimana kita ketahui bahwa sesungguhnya kehidupan kita ini dibatasi oleh dimensi ruang dan waktu. Dengan demikian, maka tak heran jika banyak orang yang terperangkap di dalamnya. Sejatinya, kehidupan dunia ini sengaja diciptakan  oleh Allah swt untuk menguji manusia; siapakah di antara mereka yang lebih baik amalannya. Hal ini semakin jelas jika kita membuka Al-Qur’an Surat  Al-Mulk ayat 2. “ Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. Ayat ini adalah sebuah pelajaran, bahwasanya kehidupan di dunia ini memiliki peran yang sangat penting untuk kehidupan di akherat kelak. Dengan kata lain, kehidupan di dunia ini sangat menentukan baik dan buruknya seseorang dalam kehidupan di akherat. Oleh karena itu, kehidupan di dunia ini adalah kunci bagi kehidupan di akherat, Hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan Nabi Saw di dalam sabdanya, bahwasanya kehidupan dunia merupakan lading bagi kehidupan di akherat. Artinya, jika ladangitu ditanami dengan tanaman-tanaman  atau tumbuh-tumbuhan yang mendatangkan banyak manfaat lalu dipelihara dengan sebaik-baiknya, maka di kemudian hari tanamantersebut tentu bisa dipanen dengan hasil yang sangat menggembirakan bagi penanamnya. Jadi Ibarat kita sedang bercocok tanam, maka demikian pula yang terjadi dengan kehidupan kita di dunia ini. Apabila dalam kehidupan di dunia ini kita gemar melakukan amal shaleh, maka sudah pasti kita akan memetik hasilnya di akherat kelak, yakni berupa kebahagiaan dan keindahan hidup abadi setelah mati. Sebaliknya, jika kita selalu melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allah Swt, maka sudah barang tentu kita akan mendapatkan kepedihan dan hokum sesuai dengan amal kita. Untuk menuju kehidupan akherat itu sendiri, ada sesuatu peristiwa amat penting yang pasti akan dialami oleh setiap manusia. peristiwa yang amat penting itu disebut dengan “kematian”.

Demikian sekilas, jika dibawakan kepada perasaan, maka belumlah cukup rasanya apa yang disampaikan ini, namun hanya itulah yang dapat kami ulas sedikit dalam rangka menghantarkan keperian alm Kkd Muhammad Fikri Insyauddin Dt Mandaro Panjang. Selamat jalan kkd, semoga senantiasa mendapat RidhoNYA. Aamiin Ya Rabbal  Alamin…..@@@

Tidak ada komentar:

Posting Komentar