Renungan Takziah: Di pagi Jum’at subuh ini sangat baik untuk
melakukan zikir dan do’a, namun hal itu untuk sementara ditunda dulu demi
mengenang perjalanan hidup seorang kakak sekaligus sahabat yang telah
mendahului kita yaitu: Alm Muhammad Fikri Insyauddin Dt Mandaro Panjang. Alm
mulai mendapat kontak kembali dengan kami tatkala beliau membuka Fbnya, setelah
kami sapa, pertama kali yang disampaikan alm adalah bahwa telah banyak
sahabat-sahabat nya sewaktu sekolah di Padang dulu yang telah wafat, beliau
sebutkan satu persatu, mulai dari alm Kkd Syamsul Fitri Tamin (Mak oncu), alm
Kkd Ardius Zubir (kak Diuh), alm Darwin Sinin Aia Batumbuak, terakhir
disebutkan alm Kkd Nazwir Naamin Dt
Gununang Ameh Lb Dama, dst. Tiba-tiba muncul komentar dari salah seorang di fb
itu, yang mengatakan “Mak Dt nostalgia ni yee”. Kemudian beliau melanjutkan
bahwa yang masih hidup yaitu: Kkd Asril Azis (kak As Aziz) Gelanggang Tinggi,
Kak Ali Nusri, Kak Bustani Mangguang Sati, Sdr Mairizal Mandaro Bonsu, dan kami
sendiri. Dari cerita beliau ini,
menggambarkan bahwa kami sewaktu sekolah di Padang sempat bersama tinggal di
Belakang RPT Parak Gadang Padang. Perjalanan menapaki hidup ini terkadang
memang ada sewaktu-waktu yang seiring-sejalan, namun kemudian juga kembali berpisah
di dunia tapi yang jelas akhirnya akan berpisah tatkala salah seorang diantara kita
di wafatkan. Dikala salah seorang diantaranya wafat, maka kenangan hidup
bersama itu kembali terukir, seakan-akan peristiwa itu baru saja dilalui,
walaupun kejadiannya sudah berlangsung beberapa tahun yang silam. Dari kejadian
ini kita semakin sadar bahwa maut itu merupakan sesuatu yang pasti, begitu juga
dengan hidup ini dari semenjak kecil lalu menjadi dewasa, dari dewasa menjadi
tua dan kemudian wafat, juga merupakan sesuatu yang pasti. Hati ini terasa
hampa jika salah seorang kakak atau sahabat telah mendahului kita.
Sebagaimana kita ketahui bahwa sesungguhnya kehidupan kita
ini dibatasi oleh dimensi ruang dan waktu. Dengan demikian, maka tak heran jika
banyak orang yang terperangkap di dalamnya. Sejatinya, kehidupan dunia ini
sengaja diciptakan oleh Allah swt untuk
menguji manusia; siapakah di antara mereka yang lebih baik amalannya. Hal ini
semakin jelas jika kita membuka Al-Qur’an Surat
Al-Mulk ayat 2. “ Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji
kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi
Maha Pengampun. Ayat ini adalah sebuah pelajaran, bahwasanya kehidupan di dunia
ini memiliki peran yang sangat penting untuk kehidupan di akherat kelak. Dengan
kata lain, kehidupan di dunia ini sangat menentukan baik dan buruknya seseorang
dalam kehidupan di akherat. Oleh karena itu, kehidupan di dunia ini adalah
kunci bagi kehidupan di akherat, Hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan Nabi
Saw di dalam sabdanya, bahwasanya kehidupan dunia merupakan lading bagi
kehidupan di akherat. Artinya, jika ladangitu ditanami dengan
tanaman-tanaman atau tumbuh-tumbuhan
yang mendatangkan banyak manfaat lalu dipelihara dengan sebaik-baiknya, maka di
kemudian hari tanamantersebut tentu bisa dipanen dengan hasil yang sangat
menggembirakan bagi penanamnya. Jadi Ibarat kita sedang bercocok tanam, maka
demikian pula yang terjadi dengan kehidupan kita di dunia ini. Apabila dalam
kehidupan di dunia ini kita gemar melakukan amal shaleh, maka sudah pasti kita
akan memetik hasilnya di akherat kelak, yakni berupa kebahagiaan dan keindahan
hidup abadi setelah mati. Sebaliknya, jika kita selalu melakukan hal-hal yang
dilarang oleh Allah Swt, maka sudah barang tentu kita akan mendapatkan
kepedihan dan hokum sesuai dengan amal kita. Untuk menuju kehidupan akherat itu
sendiri, ada sesuatu peristiwa amat penting yang pasti akan dialami oleh setiap
manusia. peristiwa yang amat penting itu disebut dengan “kematian”.
Demikian sekilas, jika dibawakan kepada perasaan, maka
belumlah cukup rasanya apa yang disampaikan ini, namun hanya itulah yang dapat
kami ulas sedikit dalam rangka menghantarkan keperian alm Kkd Muhammad Fikri
Insyauddin Dt Mandaro Panjang. Selamat jalan kkd, semoga senantiasa mendapat
RidhoNYA. Aamiin Ya Rabbal Alamin…..@@@
Tidak ada komentar:
Posting Komentar