Kajian Islam: Iman
kepada nama dan sifat Allah adalah salah satu rukun iman. Iman kepada Allah itu meliputi: -. Iman kepada wujud Allah, -. Iman kepada
rububiyah Allah, -. Iman kepada uluhiyah Allah, -. Iman kepada nama dan sifat
Allah. Mentauhidkan Allah dalam dan dan sifat-Nya merupakan salah satu bagian
dari tiga tauhid yang harus diyakini seorang muslim, yaitu tauhid rububiyah,
tauhid uluhiyah dan tauhid asma’ (nama) dan sifat. Dengan demikian, mengenal
nama dan sifat Allah memiliki kedudukan dan arti penting dalam agama. Seseorang
tidak akan dapat beribadah kepada Allah secara sempurna dan dengan keyakinan
yang benar sebelum mengetahui nama dan sifat Allah. Di dalam Al-Qur’an suray
Al-Araf ayat 180 disebutkan bahwa “Hanya milik Allah asma-ul husna, maka
berdo’alah kepadaNya dengan menyebut asma-ul husna itu”. Do’a yang dimaksud
dalam ayat di atas, meliputi do’a permintaan dan do’a ibadah. Do’a permintaan
adalah berdo’a dan memohon kepada Allah dengan menyebutkan nama-nama Allah yang
sesuai dengan permohonannya, seperti mengatakan: “Ya Allah Yang Maha Pengampun,
ampunilah saya” atau “Ya Allah Yang Maha Pengasih, kasihanilah saya”, atau Ya
Allah Yang Maha Pelindung, lindungilah saya”. Sedangkan do’a ibadah adalah
melaksanakan ketaatan kepada Allah berdasarkan makna yang terkandung dalam
nama-nama tersebut. Umpamanya, kita bertaubat karena Allah, karena Allah
memiliki nama At Tawwab (Maha Penerima Taubat), kita berzikir dengan lisan kita
karena Allah memiliki nama As Sami’ (Maha Mendengar); kita beribadah dengan
anggota tubuh kita karena Allah memiliki nama Al Bashir (Maha Melihat); dan
kita takut kepada Allah meskipun dalam keadaan sendiri karena Allah memiliki
nama Al Lathif Al Khaiir ( Maha Tahu lagi Maha Teliti) dst.
Mengingat pentingnya masalah ini, maka sebagian ulama
menggunakan kaidah-kaidah dalam pemahamannya , sehingga mudah untuk dimengerti.
Kaidah dalam memahami Nama-nama Allah dalam kitab Al Qawai‘idul Mutsla yang di
karang oleh Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin terdiri dari tujuh kaidah
yaitu: Kaidah Pertama: Nama-nama Allah itu semuanya husan; Kaidah ke Dua:
Nama-nama Allah itu merupakan nama dan sifat sekaligus; Kaidah ke Tiga:
nama-nama Allah itu jika menunjukkan pengertian transitif mengandung tiga hal
dan jika menunjukkan pengertian intransitive mengandung dua hal; Kaidah Ke
Empat: Penunjukan nama-nama Allah terhadap dzat dan sifat_Nya dapat dilakukan
dengan Muthabaqah, Tadhamun, dan Iltizam; Kaidah ke Lima: Nama-nama Allah
sifatnya Tauqifiyah, akal tidak boleh ikut berperan sama sekali; Kaidah ke
Enam: Nama-nama Allah tidak terbatas jumlahnya, Kaidah ke Tujuh: Dikatakan
menyeleweng, member nama Allah tidak dengan cara semestinya. Demikian, semoga
kita dapat memahaminya In Sha Allah…. Aamiin…@@
Tidak ada komentar:
Posting Komentar