Senin, 01 Oktober 2018

Kajian Islam tentang Sifat-sifat Allah

Kajian Islam:  Iman kepada nama dan sifat Allah adalah salah satu rukun iman.  Iman kepada Allah itu meliputi:  -. Iman kepada wujud Allah, -. Iman kepada rububiyah Allah, -. Iman kepada uluhiyah Allah, -. Iman kepada nama dan sifat Allah. Mentauhidkan Allah dalam dan dan sifat-Nya merupakan salah satu bagian dari tiga tauhid yang harus diyakini seorang muslim, yaitu tauhid rububiyah, tauhid uluhiyah dan tauhid asma’ (nama) dan sifat. Dengan demikian, mengenal nama dan sifat Allah memiliki kedudukan dan arti penting dalam agama. Seseorang tidak akan dapat beribadah kepada Allah secara sempurna dan dengan keyakinan yang benar sebelum mengetahui nama dan sifat Allah. Di dalam Al-Qur’an suray Al-Araf ayat 180 disebutkan bahwa “Hanya milik Allah asma-ul husna, maka berdo’alah kepadaNya dengan menyebut asma-ul husna itu”. Do’a yang dimaksud dalam ayat di atas, meliputi do’a permintaan dan do’a ibadah. Do’a permintaan adalah berdo’a dan memohon kepada Allah dengan menyebutkan nama-nama Allah yang sesuai dengan permohonannya, seperti mengatakan: “Ya Allah Yang Maha Pengampun, ampunilah saya” atau “Ya Allah Yang Maha Pengasih, kasihanilah saya”, atau Ya Allah Yang Maha Pelindung, lindungilah saya”. Sedangkan do’a ibadah adalah melaksanakan ketaatan kepada Allah berdasarkan makna yang terkandung dalam nama-nama tersebut. Umpamanya, kita bertaubat karena Allah, karena Allah memiliki nama At Tawwab (Maha Penerima Taubat), kita berzikir dengan lisan kita karena Allah memiliki nama As Sami’ (Maha Mendengar); kita beribadah dengan anggota tubuh kita karena Allah memiliki nama Al Bashir (Maha Melihat); dan kita takut kepada Allah meskipun dalam keadaan sendiri karena Allah memiliki nama Al Lathif Al Khaiir ( Maha Tahu lagi Maha Teliti) dst.

Mengingat pentingnya masalah ini, maka sebagian ulama menggunakan kaidah-kaidah dalam pemahamannya , sehingga mudah untuk dimengerti. Kaidah dalam memahami Nama-nama Allah dalam kitab Al Qawai‘idul Mutsla yang di karang oleh Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin terdiri dari tujuh kaidah yaitu: Kaidah Pertama: Nama-nama Allah itu semuanya husan; Kaidah ke Dua: Nama-nama Allah itu merupakan nama dan sifat sekaligus; Kaidah ke Tiga: nama-nama Allah itu jika menunjukkan pengertian transitif mengandung tiga hal dan jika menunjukkan pengertian intransitive mengandung dua hal; Kaidah Ke Empat: Penunjukan nama-nama Allah terhadap dzat dan sifat_Nya dapat dilakukan dengan Muthabaqah, Tadhamun, dan Iltizam; Kaidah ke Lima: Nama-nama Allah sifatnya Tauqifiyah, akal tidak boleh ikut berperan sama sekali; Kaidah ke Enam: Nama-nama Allah tidak terbatas jumlahnya, Kaidah ke Tujuh: Dikatakan menyeleweng, member nama Allah tidak dengan cara semestinya. Demikian, semoga kita dapat memahaminya In Sha Allah…. Aamiin…@@

Tidak ada komentar:

Posting Komentar