Didalam walimah nikah masyarakat zaman now, masih banyak berbagai hal yang perlu diluruskan agar bersesuaian dengan syariat dan tidak merusak moral serta tidak merugikan material. Walimah nikah zaman now, hampir semuanya diselenggarakan dengan pengeluaran biaya yang tidak sedikit.
Di zaman Umar pernah melarang orang-orang yang mampu dan berkecukupan untuk berlebih-lebihan dalam kegiatan walimah nikah dengan sajian makanan yang berbagai macam. Hal itu di khawatirkan akan menjadi adat-kebiasaan yang memberatkan dan dapat nantinya masyarakat umum mengikuti kebiasaan yang menjerumuskan kejalan beban hutang yang memberatkan.
Diberitakan Ibnu Umar bahwa pada suatu ketika Umar mendengar berita bahwa Jazzied Ibnu Abi Syofyan setiap waktu menyajikan berbagai jenis makanan; setiap saat menyiapkan makanan-makan yang lezat. Umar berkata kepada seorang budak Jazied yang telah dimerdekakan, ujarnya: Bila datang waktu Jazied makan, beritahulah kepadaku. Aku ingin menyaksikan keadaan makanannya.
Maka dikala diberitahukan yang demikian kepadanya, pergilah beliau kerumah Jazied. Sesampai disana, Jazied mempersilahkan Umar masuk dan meminta agar Umar bersedia untuk makan bersama. Makanan yang mula-mula disuguhkan, ialah daging masak. Sesudah itu dibawa lagi daging panggang. Jazied dengan tidak memperhatikan keadaan Umar terus mengambil daging panggang itu dan lalu memakannya. Sedangkan Umar tidak makan lagi. Dalam keadaan itu Umar berkata kepada Jazied. Wahai Jazied, apakah engkau makan makanan atas makanan ? Demi Tuhan, jika kamu menyalahi adat yang dibiasakan rakyat umum, maka Allah akan membawa mereka kejalan yang keliru disebabkan ulah pekertimu.
Maksud Umar menegaskan bahwa masyarakat umum akan senantiasa meniru-meneladaniorang-orang besarnya. Maka sebab itu karena pemimpin terlalu memewahkan walimah nikah, terlalu membesar-besarkan acara resepsi, masyarakat umum akan terjerumus kedalam kancah mengikuti hawa nafsu dengan tidak disadari dan terjadilah lomba-berlomba dalam soal perhelatan. Masing-masing mereka ingin melabihi temannya; ingin menyediakan makanan yang lebih banyak; lebih lezat-sedap. Sehingga mereka berlebih-lebihan dan bangga membanggakan diri.
Nabi bersabda: "Berlaku hemat itu, seproh penghidupan" (HR. Al Baihaqy). dmk. Semoga kita sll dalam hidayahNya. Aamiin. @@
Rabu, 12 Juni 2019
Selasa, 11 Juni 2019
Kajian Islam ttg: "Sifat2 ahli syorga dn ahli neraka"
Untuk mengetahui sifat-sifat ahli surga dan ahli neraka, dapat dipahamkan ayat-ayat Al Qur'an yang terdapat dalam surat Yaasien (S.36), yaitu: mulai dari ayat 55 hingga ayat 65.
"Sesungguhnya penghuni ssurga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka)" [ayat 55]
Mereka dan pasangan-pasangannya berada dalam tempat yang teduh, bersandar di atas dipan-dipan" [ayat 56]
"Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa saja yang mereka inginkan" [ayat 57]
"(Kepada mereka dikatakan), "Salam", sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang" [ ayat 58]
"Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir),'Berpisahlah kamu (dari orang-orang mukmin) pada hari ini, wahai orang-orang yang berdosa !" [ayat 59]
"Bukankah Aku (Allah) telah memerintahkan kepadamu wahai anak cucu Adam agar kamu tidak menyembah setan? Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu" [ayat 60]
""dan hendaklah kamu menyembah-Ku (Allah). Inilah jalan yang lurus" [ayat 61]
"Dan sungguh, ia (setan itu) telah menyesatkan sebagian besar dianara kamu. Maka apakah kamu tidak mengerti ?" [ayat 62]
"Inilah (neraka) Jahanam yang dahulu telah diperingatkan kepadamu" [ayat 63]
"Masuklah kedalamnya pada hari ini karena dahulu kamu mengingkarinya" [ayat 64\
"Pada hari ii Kami (Allah) tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yamg dahulu mereka kerjakan" [ayat 65]
Semoga saja ayat-ayat ini dapat dimengerti dan dipahami dengan setulus hati, sehingga dapat mengingsafkan orang-orang yang ingin ditunjuki jalan yang lurus tidak jalan yang sesat dan tidak pula jalan yang dimurkai. Tapi apabila mereka telah dibutakan mata hatinya, tentulah ancaman dan peringat ayat-ayat ini tidaklah berarti dan memberi guna apa-apa sedikitpun bagi mereka. Semoga kita selalu dalam hidayahNya. Aamiin....@@
"Sesungguhnya penghuni ssurga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka)" [ayat 55]
Mereka dan pasangan-pasangannya berada dalam tempat yang teduh, bersandar di atas dipan-dipan" [ayat 56]
"Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa saja yang mereka inginkan" [ayat 57]
"(Kepada mereka dikatakan), "Salam", sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang" [ ayat 58]
"Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir),'Berpisahlah kamu (dari orang-orang mukmin) pada hari ini, wahai orang-orang yang berdosa !" [ayat 59]
"Bukankah Aku (Allah) telah memerintahkan kepadamu wahai anak cucu Adam agar kamu tidak menyembah setan? Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu" [ayat 60]
""dan hendaklah kamu menyembah-Ku (Allah). Inilah jalan yang lurus" [ayat 61]
"Dan sungguh, ia (setan itu) telah menyesatkan sebagian besar dianara kamu. Maka apakah kamu tidak mengerti ?" [ayat 62]
"Inilah (neraka) Jahanam yang dahulu telah diperingatkan kepadamu" [ayat 63]
"Masuklah kedalamnya pada hari ini karena dahulu kamu mengingkarinya" [ayat 64\
"Pada hari ii Kami (Allah) tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yamg dahulu mereka kerjakan" [ayat 65]
Semoga saja ayat-ayat ini dapat dimengerti dan dipahami dengan setulus hati, sehingga dapat mengingsafkan orang-orang yang ingin ditunjuki jalan yang lurus tidak jalan yang sesat dan tidak pula jalan yang dimurkai. Tapi apabila mereka telah dibutakan mata hatinya, tentulah ancaman dan peringat ayat-ayat ini tidaklah berarti dan memberi guna apa-apa sedikitpun bagi mereka. Semoga kita selalu dalam hidayahNya. Aamiin....@@
Langganan:
Postingan (Atom)