Senin, 01 Oktober 2018

Kajian Islam Tentang salah satu Fungsi Kenabian "Syaahidan"

Kajian Islam:  Berbicara tentang Iman dan Taqwa juga ada hubungannya dengan fungsi-fungsi kenabian. Di dalam surat Al-Ahzab : 45-46) digariskan 5 fungsi kenabian. 1) Syahidan, 2) Mubasysyiran, 3) Nadziran, 4) Daa’iyan ilallah 5) Siroojan Munira. Fungsi kenabian pada hakekatnya berkaitan dengan persoalan yang sangat mendasar yaitu bagaimana mengubah perilaku manusia dari perilaku jahiliyah yang tidak neriman (kafir) menjadi perilaku yang beriman dan beradb (akhlaqul Karimah). Inilah tugas semua nabi dan Rasul mengajak manusia untuk meninggikan kalimat tauhid “La ilaaha Illallah”. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah (diibadahi) selian Allah.
Keyakinan terhadap makna Kalimat Tauhid ini mampu membebaskan manusia dari keterbelakangan, perbudakan, kebodohan dan kemiskinan. Kalimat ini mampu mengantarkan manusia kepada kemerdekaan yang sebenar-benarnya. Tidak hanya kemerdekaan politik tapi kemerdekaan dalam berbagai aspek kehidupan, medeka dalam bidang sosial kemasyarakatan, merdeka dalam bidang ekonomi dan budaya. karena seorang muslim tidak boleh tergantung kepada makhluk, hanya bergantung kepada Allah semata. Apalagi bergantung kepada pihak asing dalam berbagai bidang kehidupan. Ummat islam harus merdeka dengan kalimat tauhid “”Laa Ilaaha Illallah”.
1) Syaahidan  (fungsi Ketauladanan). Manusia pada dasarnya diciptakan dengan sebaik-baik ciptaan. Artinya ada dua unsure pokok elemen dasar yang membangun struktur ciptaan manusia. Yakni pertama unsure Ruh yang bersumber dari unsure Allah Swt yang Maha Kudus (kesucian). Jadi dalam diri manusia ada unsur kesucian  (Malaikat). manusia pada dasarnya memiliki kecenderungan kepada kebaikan dan kebenaran (Al-Haq). Tetapi sebaliknya dalam diri manusia ada juga unsure tanah-bumi yang menopang jasmani yang bersifat fisik dan duniawi. Unsur nafsu duniawi yang berlebihan memiliki kecenderungan merusak dan jahat (As-Syithan). Unsur malaikat dan syaithan dalam diri manusia berbanding 50%:50%. Artinya ketika manusia dilahirkan, kemungkinan untuk menjadi manusia baik 50%, dan kemungkinan untuk menjadi manusia jahat juga 50%. Oleh karena itu Rasulullah Saw menyebutnya dengan Istilah “Fitrah”. Setiap anak adam yuang dilahirkan dalam kondisi fitrah. maka kedua orang tuanyalah (lingkungan) yang menyebabkan dia menjadi yahudi, nasrani atau majusi. Oleh karena itu untuk mewujudkan dan membentuk manusia yang baik  perlu didorong dengan menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif dengan memberikan contoh dan ketauladanan yang baik. Sebab manusia adalah makhluk yang sangat mudah beradaptasi, termasuk beradaptasi dengan kondisi dan situasi yang baik.

Rasulullah bukan hanya mampu memberikan contoh dan ketauladanan, namun beliau adalah contoh dan ketauladanan itu sendiri. Kehidupan Rasulullah dalam waktu 24 jam ada suri tauladan ummat manusia. Mulai dari cara tidur, bangun, makan, minum, berkeluarga, bekerja dan berinteraksi dengan sesame dengan makhluk Allah yang lain, seluruh peri kehidupan Rasulullah adalah contoh yang baik bagi manusia (Uswatun hasanah). Demikianlah satu fingsi kenabian yang dapat disampaikan. Semoga kita dapat meniru dan meneladai perilaku Rasulullah tsb. Aamiin….@@

Tidak ada komentar:

Posting Komentar