Kajian Islam:
Berbicara tentang Iman dan Taqwa juga ada hubungannya dengan
fungsi-fungsi kenabian. Di dalam surat Al-Ahzab : 45-46) digariskan 5 fungsi
kenabian. 1) Syahidan, 2) Mubasysyiran, 3) Nadziran, 4) Daa’iyan ilallah 5)
Siroojan Munira. Fungsi kenabian pada hakekatnya berkaitan dengan persoalan
yang sangat mendasar yaitu bagaimana mengubah perilaku manusia dari perilaku
jahiliyah yang tidak neriman (kafir) menjadi perilaku yang beriman dan beradb
(akhlaqul Karimah). Inilah tugas semua nabi dan Rasul mengajak manusia untuk
meninggikan kalimat tauhid “La ilaaha Illallah”. Tidak ada Tuhan yang berhak
disembah (diibadahi) selian Allah.
Keyakinan terhadap makna Kalimat Tauhid ini mampu
membebaskan manusia dari keterbelakangan, perbudakan, kebodohan dan kemiskinan.
Kalimat ini mampu mengantarkan manusia kepada kemerdekaan yang
sebenar-benarnya. Tidak hanya kemerdekaan politik tapi kemerdekaan dalam
berbagai aspek kehidupan, medeka dalam bidang sosial kemasyarakatan, merdeka
dalam bidang ekonomi dan budaya. karena seorang muslim tidak boleh tergantung
kepada makhluk, hanya bergantung kepada Allah semata. Apalagi bergantung kepada
pihak asing dalam berbagai bidang kehidupan. Ummat islam harus merdeka dengan
kalimat tauhid “”Laa Ilaaha Illallah”.
1) Syaahidan (fungsi
Ketauladanan). Manusia pada dasarnya diciptakan dengan sebaik-baik ciptaan.
Artinya ada dua unsure pokok elemen dasar yang membangun struktur ciptaan
manusia. Yakni pertama unsure Ruh yang bersumber dari unsure Allah Swt yang
Maha Kudus (kesucian). Jadi dalam diri manusia ada unsur kesucian (Malaikat). manusia pada dasarnya memiliki
kecenderungan kepada kebaikan dan kebenaran (Al-Haq). Tetapi sebaliknya dalam
diri manusia ada juga unsure tanah-bumi yang menopang jasmani yang bersifat
fisik dan duniawi. Unsur nafsu duniawi yang berlebihan memiliki kecenderungan
merusak dan jahat (As-Syithan). Unsur malaikat dan syaithan dalam diri manusia
berbanding 50%:50%. Artinya ketika manusia dilahirkan, kemungkinan untuk
menjadi manusia baik 50%, dan kemungkinan untuk menjadi manusia jahat juga 50%.
Oleh karena itu Rasulullah Saw menyebutnya dengan Istilah “Fitrah”. Setiap anak
adam yuang dilahirkan dalam kondisi fitrah. maka kedua orang tuanyalah
(lingkungan) yang menyebabkan dia menjadi yahudi, nasrani atau majusi. Oleh
karena itu untuk mewujudkan dan membentuk manusia yang baik perlu didorong dengan menciptakan situasi dan
kondisi yang kondusif dengan memberikan contoh dan ketauladanan yang baik.
Sebab manusia adalah makhluk yang sangat mudah beradaptasi, termasuk
beradaptasi dengan kondisi dan situasi yang baik.
Rasulullah bukan hanya mampu memberikan contoh dan
ketauladanan, namun beliau adalah contoh dan ketauladanan itu sendiri.
Kehidupan Rasulullah dalam waktu 24 jam ada suri tauladan ummat manusia. Mulai
dari cara tidur, bangun, makan, minum, berkeluarga, bekerja dan berinteraksi
dengan sesame dengan makhluk Allah yang lain, seluruh peri kehidupan Rasulullah
adalah contoh yang baik bagi manusia (Uswatun hasanah). Demikianlah satu fingsi
kenabian yang dapat disampaikan. Semoga kita dapat meniru dan meneladai
perilaku Rasulullah tsb. Aamiin….@@
Tidak ada komentar:
Posting Komentar