Jumat, 05 Oktober 2018

Kajian Islam ttg "perintah beramal untuk dunia dan akhirat"

Di dalam Al Quran Surat Saba' (Surat 34), Allah berfirman: "Dan sesunguhnya telah Kami berikan kepada Daaud suatu keutamaan, yakni: Kami perintahkan gunung-gunung mengulangi tasbih yang diucapkan Daaud da burung-burung. Pun telah Kami lembutkan besi untuk Daaud itu. Kami suruh Daaud membuat baju-baju besi dan menyuruh Daaud memakai ukuran yang benar dalam menyusun baju itu. Pun Kami perintahkan Daaud, supaya mengerjakan amalan shaleh, bahwasanya Kami sangat melihat segala apa yang kamu kerjakan".
Firman suci ini menunjukkan bahwa, Kepada kemestian kita memperbaiki urusan keakhiratan sesudah itu kita memperbaiki urusan keduniaan. Nabi Daaud As diperintahkan membuat baju besi untuk kepentingan dunia. Sesudah itu diperintahkan beramal menegakkan amalshaleh yang berguna untuk akhirat.
Dengan firman Allah ini kita para ummat manusia perlu kepada dunia dan butuh akan kehidupan akhirat. Kita bersedia untuk dunia, supaya terpelihara dari segala kejadian yang mungkin terjadi dan wajib memperbaiki urusan  akhirat dengan menguatkan iman, membersihkan diri, sehingga menjadi orang yang baik untuk diri sendiri, untuk kaum dan juga untuk manusia dan makhluk semuanya. Dari keterangan tersebut maka kita sadar bahwa kita memerlukan kedua urusan itu yanitu urusan dunia dan urusan akhirat. Jika kita lalai dalam urusan dunia maka kita akan merasakan akibatnya dengan mengalami berbagai rasa kepahitan.
Allah menberikan dunia kepada kita yang berusaha untuk itu, demikian juga Allah membeikan akhirat kepada kita yang mau berusaha untuk itu.
Setelah kita perhatikan sungguh-sungguh ayat Al Qur'an, nyatalah bagi kita bahwa barangsiapa beramal untuk keduniaan saja tanpa memikirkan akhirat maka nanti akan dibalas dengan neraka Jahannam. Sebaiknya orang yang hanya menghendaki akhirat saja, maka akan diberikan kepadanya akhirat tanpa dunia.
Firman Allah: "Barang siapa menghendaki dunia, Kami berikan dunia itu kepada siapa yang Kami kehendaki, kemudian kami jadikan jahannam untukya. Jahannam itu menghanguskannya. Ia berdiaman di dalamnya, hina dan keji. Dan barangsiapa menghendaki akhirat, ia berusaha untuk akhirat itu dengan sungguh-sungguh sedang iapun mukmin, maka merekalah yang disyukuri usahanya (yakni dengan tidak membelakangi dunia). Masing-masing mereka kami berikan pertolongan dan tiadalah pertolongan Tuhanmu itu dapat ditegah oleh siapapun juga" (Surat Al Israa (S.17) ayat 18-20.
Didalam ayat lain dijelaskan bahwa :"Barangsiapa menghendaki tanaman akhirat, Kamitambahkan untuknya tanamannya itu dan barangsiapa menghendaki tanaman dunia, Kami berikan kepadanya sebahagian dunia dan akhirat ia tiada mempunyai peruntungan apa-apa lagi" (Surat As Syuraa (S.42) ayat 20.
Inilah sunatullah terhadap makhlukNYA. Allah memberikan dunia kepada orang yang beramal untuk dunia, dan Allah memberikan akhirat kepada orang yang berusaha untuknya. dmk. semoga kita selalu dalam ridhoNYA. Aamiin
@ Ali Mursal '18

Tidak ada komentar:

Posting Komentar