Minggu, 28 Oktober 2018

Kajian Islam tentang : Ikhtiar, Sama', Bashar & Kalam

Sifat Ikhtiar (memilih, mengerjakan dengan kesukaannya sendiri).
Di dalam Al-Qur'an Surat Al-Qashas (S.28) ayat 68 di sebutkan bahwa: "Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilih-Nya.(menurut ikhtiarNYA). Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka (Tidak ada bagi mereka itu hak memilih). Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persukutukan (dengan Dia).
Ayat ini menerangkan kepada kita bahwa Allah itu bersifat ikhtiar: Mengerjakan sesuatu menurut ikhtiarNYA; menurut pilihanNya, tidak terganggu dan tidak pula karena terpaksa.
Sebenarnya, apabila telah kita tetapkan bahwa Allah itu bersifat HAYAT, sesudah ILMU, Qudrat dan Iradat, dengan sendirinya sifat ikhtiar ini wajib dipunyai Allah. Jika ditelusuri arti dari ikhtiar yaitu: menerbitkan sesuatu bekasan dengan dasar qodrat sesuai dengan kehendak ilmu dan menurut hukum iradat. Jelasnya Allah itulah Faa'il Mukhtar (yang menciptakan lagi memilih sendiri apa yang diciptakan), tidak ada sesuatu perbuatan Allah yang diciptakan dengan semata-mata ada karenanya.
Olehkarena itu tegas dikatakan bahwa ikhtiar itu bukan usaha, bukan kerja, hanya mengerjakan sesuatu karena kesukaan sendiri untuk mengerjakannya; bukan karena dorongan pihak lain.
Jadi, apabila dikatakan: manusia mempunyai ikhtiar, janganlah diartikan mempunyai usaha, tetapi artikanlah bahwa "Mempunyai hak memilih antara mengerjakan dengan tidak mengerjakan, mempunyai hak mengerjakan dengan kemauan sendiri : Fal juta'ammal !
Terkait dengan sifat Sama', Bashar & Kalam. Perlu untuk dipelajari sifat-sifat yang ditegaskan naqal, dari sifat-sifat Allah itu, yaitu sifat sama' (mendengar), bashar (melihat) dan Kalam (berbicara). Sifat-sifat yang tiga ini dinamai sifat-sifat sam'iyah.
Islam menyerukan manusia kepada meng itikadkan wajib Allah bersifat dengan dia. Adapun sifat-sifat itu hanya dijelaskan oleh syara'; dan akal tidak memustahilkannya apabila diartikan dengan makna yang layak dengan Allah, Dzat yang wajibul wujud. namun akal (nadhar) sendiri tidak dapat menjangkau dan memperolehnya dengan sendirinya. Dalam pada itu, akal menetapkan bahwa tiap-tiap kesempurnaan, wajib Allah bersifat dengan dia. Karena itulah, kita tidak boleh meningalkan sifat Allah dengan yang 20 saja (lihat kitab Taudlihul 'aqa-id : 122-123-124-125)
Di dalam Al-Qur'an Surat Asy-Syuraa (S.42) ayat 11 disebutkan bahwa: "Allah pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikanNYA kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
Ayat ini menegaskan bahwa Allah itu mempunyai sifat sama' (mendengar) dan sifat bashar (melihat).
Dalam ayat 51 pada surat yang sama disebutkan bahwa: Dan tidak ada bagi seorang manusiapun bahwa Allah  berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau di belakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizinNYA apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana.
Dengan memperhatikan ayat ini, diperoleh suatu ketetapan bahwa : Allah bersifat kalam.
Kalamullah, ialah: Suatu sifat dzat bagi Allah. Dengan sifat inilah Allah memberitahu kepada siapa yang dikehendaki apa yang dikehendaki dari ilmuNYA bila dikehendaki. memberi tahu ini, dinamakan "Takliem dan wahyu".
tegasnya dikehendaki dengan sifat kalam, bukan berbicara (menyebut suratan hati dengan lidah sebagai yang dilakukan manusia), hanya memberitahu apa yang dikehendaki Allah kepada para Rasul, dengan perantaraan wahyu. Jadi bukan bicara, hanya sifat yang dengan sifat itu Allah menyampaikan apa yang dimaksud kepada para RasulNYA.  Sifat kalam ini juga dapat dinamai dengan wahyu. Oleh karena itu Al Qur'an itu disebut juga sebagai Kalamullah (yang diwahyukan, yang disampikan Allah kepada RasulNYA, yang terbit atau timbul dari sifat kalam yang menjadi urusan dari urusan-urusan Allah). Demikian sekilas. semoga kita dapat memahaminya, Insya Allah. Aamiin...@limursal...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar