Kajian Islam: Berkaca
pada Ayat-ayat Al-Qur’an dan sejarah masa lalu, maka pemahaman akan iman ini
akan semakin jelas bagi kita. Di dalam
Al-Qur’an disebutkan bahwa “seandainya penduduk sebuah negeri itu beriman dan
bertaqwa kepada Allah, maka Allah berjanji akan memberikan berkah yang keluar
dari bumi dan yang turun dari langit. Perumpamaan sebuah negeri yang berkah itu
(baldatun taiyyibatun wa rabbun ghafur) sebagian kalangan ahli tafsir
menyebutkan negeri Saba, dimana kebun-kebun negerinya buah-buahan sangat
melimpah ruah, rasa manis dst. Seandai seseorang “manjujuang
katidiang/keranjang, lalu berjalan di bawah pohon yang lebat buahnya itu,
kemudian menelusuri hingga ke ujung kebun, maka katidiang/keranjangnya akan
penuh dengan buah yang masak dan ranum serta manis. Tapi kemudian karena berkah
itu tidak disyukuri, dan bahkan mereka yakin hasil yang melimpah itu berkat
teknologi dan usaha mereka, maka dalam ayat lain disebutkan dalam satu malam
sebuah kebun yang akan di panen besok hari, hanya dalam bilangan satu malam
bisa hangus dan hancur karena tidak berserah diri kepada Allah. Di lain ayat di
sebutkan negeri Sodom yang penduduknya melakukan perbuatan yang dilarang Allah
sehingga nasehat dan binbingan dari Nabi Luth tidak dihiraukan sehingga negeri
itu di jungkir balikkan oleh Allah. Sebetulnya banyak contoh-contoh lain yang
ada di dalam Al-Qur’an, namun kini kita coba lihat negeri kita dari perspektif
sejarah. Ditahun 30-an hingga 40-an negeri kita adalah sebuah negeri yang banyak para ulamanya, begitu juga
guru-guru mengaji, dan surau-surau bertebaran disetiap pelosok kampung. Negeri itu merupakan salah basis perjuangan
golongan Islam terhadap penjajah. Pada tahun itu negeri itu hasil panen padinya
sangat melimpah para warga tetangga datang kekampung itu untuk memanen padi,
pernah ada kegiatan besar di kabupaten solok
yaitu semacam kongres/muktamar, maka besarnya didatangkan dari kampung
kita. Pada petinggi adat betul-betul mengayomi kemenakan dan kaumnya. Gamgam
baruntuk itu betul-betul dijalankan oleh mereka. “Ketek banamo – gadang bagala” di laksanakan oleh
setiap warga. Sabao-sapacahan dijalankan dengan baik.
Di awal tahun 40-an dikala Jepang masuk, hasil panen itu
dirampas, para ulama mulai banyak yang wafat seperti Angku H Bahaudin, Angku H
Sulaiman, Angku Mudo Zain (saen), Angku Mudo Maun, Angku H Abdul Malik (H. Malik Railia), terakhir
Angku H Tamin Khatib Dt Gamuak. Warga negeri kita waktu Jepang masuk ada yang
berpakaian dari goni, kulit kayu (tarok), merintih dalam penderitaan karena penjajahan.
Setelah Indonesia merdeka ditahun 1945, keadaan negeri mulai membaik, padi
kembali menjadi, cengkeh kembali panen dengan lebatnya. Anak-anak negeri waktu
itu sudah kembali bisa bersekolah ke Padang, ke Jogya, ke Jakarta dan Bandung.
Tidak lama terjadi pergolakan antara PRRI dengan Pusat, keadaan negeri kembali
memburuk. akibat perang saudara.
Ditahun 60-an setelah pergantian rejim dari Presiden Sukarno ke Presiden
Suharto, 5 tahun kemudian pertanian mulai membaik, Namun tahun 1965 terjadi kjeresahan
di kalangan masyarakat karena bagi anggota partai terlarang banyak yang di
tahan. Keadaan semakin parah sejak masuknya program BIMAS-INMAS dengan
diperbolehkan warga masyarakat berutang ke Bank (manyambuik, betu jeh kecek
urang), ada yang menyambuik 1 ha, 2 ha dan banyak pinjaman yang tidak mampu
dikembalikan. Sejak program itu masuk, hama tikus mulai meraja-lela. Pengaruh
pestisida mulai memunahkan ikan-ikan di sangai dan dio kolam-kolam warga. Di
Tahun 70-an warga masyarakat sudah banyak yang mencari penghidupan (bakureh) ke
negeri tetangga, ada yang ke Saningbakar, ke Tanjung Ampalu dsb. Jika
ditelusuri dari ayat-ayat Al-Qur’an dan sejarah sebuah negeri, maka dapat
dilihat bahwa jika warga masyarakat suatu kampung itu tidak lagi beriman dan
bertaqwa kepa Allah, maka keberkahan yang ada akan Allah cabut. cara
mencabutnya, mula-mula diwafatkan para
ulamanya, kedua disulitkan penghidupan warga masyarakatnya. Jika warga itu
beriman dan senantiasa sabar dan tabah dalam menghadapi cobaan (Iman), maka warga
itu akan menjadi para mukmin. Tapi sebaliknya jika warga itu kemudian
berkeluh-kesah, masih tergoda dengan harta dunia, pangkat, jabatan, dll. Tidak
lagi taat menjalankan amanah yang diberikan (amanah mamak kepada kemenakan,
amanah orang tua kepada anaknya, amanah pemimpin kepada warganya), masjid dan
surau-surau kosong dari jamaah, anak-anak kecil dan remaja tidak lagi bisa
membaca Al-Qur’an, maka disaat itu
cobaan demi cobaan akan silihberganti.
Semoga peringatan Allah lewat ayat-ayat Alqur’an tentang
Iman dan Taqwa senantia dapat kita jalan. Aamiin ya Rabbal Alamin… @@
Tidak ada komentar:
Posting Komentar