Senin, 01 Oktober 2018

Kajian Islam

Kajian Islam: Mengkaji mengenai  Iman dan Islam, maka tidk akan terlepas pembicaran dari hubungan manusia dengan Allah Swt dan hubungan manusia dengan sesama manusia.  Perbedaan pendapat dapat dijadikan hikmah jika kita mampu melihat permasalahan secara jernih. Dewasa ini yang sering terjadi khilafiah terutama menyangkut dengan ibadah-iabadah maghdah seperti shalat, puasa, zakat dan haji, hal itu timbul karena dari masing-masing pihak melihat dari sudut yang berbeda. Di dalam shalat ada sunnah qunut misalnya, yang satu melihat dari ilmu fikih, sedang yang lain melihat dari sudut kesempurnaan sunnah. Begitu juga disaat seseorang di makamkan sebagian menginginkan jenazah di azankan sedangkan yang lain tidak menginginkan. Hal ini juga tidak terlepas dari yang satu pihak melihat karena tidak ada tuntunan dari Nabi Saw sedangkan yang lain melihat dari sisi adab dan akhlak. Yang jelas hingga saat ini perbedaan-perbedaan tersebut masih dalam tataran kesunahan belaka. Oleh karena itu maka tidaklah sepatutnya hal-hal semacam itu dibesar-besarkan sehingga menimbulkan perpecahan. Sepanjang kita ini masih melaksanakan shalat rawatib sesuai dengan syarat dan rukunnya, tetap bersama dalam berjamaah di masjid dan mushalla serta surau, dan tidak menambah ketentuan shalat yang sudah ditetapkan dalam shalat rawatib.  Di dalam kiqamullail seperti tarawih, ada yang melaksanakan 11 rakaat dan ada yang 23 rakaat, itu semata karena kemampuan masing-masing dalam menjalankan sunnah juga.
Terkait hubungan dengan sesama manusia, untuk lebih mendalami lagi segi-segi Iman pada bagian-bagian tuntutan-tuntutannya yang tidak mungkin dapat dipenuhi, kecuali oleh mereka yang mendapat karunia Makrifat yang disempurnakan dengan dorongan taufik dari Allah Swt yang terhimpun dalam kitab suci Al-Qur’an, diantaranya:
“Patuhlah kamu keoada Allah dan selesaikan segala perselisihan diantara kamu, dan patuhilah Allah dan rasulnya bila kamu memang benar-benar beriman” (Al-Anfaal: ayat 1)
“Adapun orang yang sungguh-sungguh beriman, berdebar-debarlah hatinya mengingat Allah, dan bertambahlah keyakinannya dikala menyaksikan Qudrat-qudrat Nya, sehingga senantiasa bertawakkal kepada Tuhannya” (Al-Anfaal: ayat 2)
“Mereka itulah yang benar-benar menjalankan shalatnya dan benar-benar membelanjakan karunia Kami” (Al-Anfaal: ayat 3)
“Yah, mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman…..” (Al-Anfaal” ayat 4)
Pada ayat 1, terdapat 3 syarat mutlak untuk beriman. pertama : patuh kepada Allah, dengan penuh ketulusan tauhid serta berbakti. Tidaklah suatu tujuan selain mencari keridhaan Allah. Ini adalah usaha atau perjuangan bathin atau jihadunafsi. Kedua: Memperbaiki nasib dan memelihara hubungan msyarakat di antara sesama Muslim, supaya segala bentuk perselisihan dapat diselesaikan demi persatuan dan kejayaan bersama. Ini adalah usaha sosial. Ketiga: Memathui dan menyelenggarakan segenap perintah Allah dan RasulNya dan menjauhi segenap larangannya. Ini, adalah usaha lahiriya yang satu sama lain tidak boleh dipisah-pisahkan.
Pada ayat kedua dan ketiga, terdapat pula beberapa tuntutan Iman yang tidak boleh ditinggalkan, bila orang tersebut menghendaki ketinggian martabat Iman. Adapun yang dimaksud dengan martabat itu ialah: Ketekunan dan keeratan tali hubungan langsung dengan Allah. Dimana dalam hal ini, senantiasa seseorang selalu bersiap-siaga. Selalu ingat akan Allah, ingat akan sorganya dan ingat akan nerakanya. maka tia-tiap seruan Illahi dilaksanakan, dan larangan-larangan Allah dielakkan dan dijauhi. Sungguh amat jauhlah bedanya antara Iman yang sudah dilengkapi dengan makrifat, sehingga menjadi keyakinan jika dibandingkan dengan Iman yang negative, yang kosong dari makrifat.
Kita sadar bahwa Iman seseorang tidak selalu tetap atau membeku, tetapi dapat pula bertambah dan berlipat-lipat ganda meningkat derajatnya, karena senantiasan bermuhasabah dengan dinamika kehidupan dan pengalaman yang dihadapi sehari-hari.

Semoga kita senantiasa mandapat taufik danhidayah dalam rangka peningkatan Iman dan Ilsam. Aamiin…@@

Tidak ada komentar:

Posting Komentar