Mimbar Angku Khatib
Setelah sholat magrib jamaah masjid Al-Istiqamah itu
masing-masing masih tenggelam dalam doa dan zikir, sementara dari mihrab telah
mulai berdiri seorang tua menuju meja di tengah pelataran antara jamaah
bapak-bapak dan ibu-ibu. Diatas meja telah tersedia segelas air putih dan
beberapa kitab serta sebuah Al-Qur’an.
Orang tua itu mulai membuka salah
satu dari lembaran kitab yang ada di meja tersebut. Setelah meneguk air di
gelas, lalu beliau memulai membuka pembicaraan dengan mengucapkan salam, dst….
Para jamaah rupanya juga sudah selesai dengan zikir dan do’a masing-masing.
Bagi jemaah yang baru melihat proses yang mengalir begitu saja tanpa ada protokol
pembukaan, tema yang akan disampaikan dsb tentu agak terasa aneh, tapi bagi
yang sudah terbiasa dengan jadwal beliau, akan mengerti bahwa angku khatib yang
satu ini tidak merasa perlu semua itu, karena beliau adalah Angku Haji Tamim
Khatib Datuak Gamuak yang merupakan imam besar masjid Al-Istiqamah di negeri
itu.
Dalam Islam kata beliau, bahwa
anak adalah nikmat Allah yang agung – yang diberikan Allah kepada manusia. Anak
juga merupakan perhiasan hidup di dunia, cahaya mata bagi orang tuanya. Anak
dapat memberikan kebahagiaan dalam hidup di dunia dan dapat menolong kedua orang
tuanya dalam kehidupan di akherat kelak. (Al-Kahfi : 46)
Allah juga membebankan tanggung
jawab untuk mendidik anak-anak agar menjadi manusia unggul di dunia dan
terbebas dari neraka di alam akherat. (At Tahrim : 6)
Hari ini betapa banyak kita
terlena dan lupa serta menganggap pendidikan iman dan amal sholeh pada anak
tidak penting. Akhirnya, jadilah anak-anak kita generasi dengan pendidikan
dunia selalu dan melupakan akherat. Pada ujungny hanya akan mengecewakan kita dan menjerumuskan mereka. Sementara di
akherat kita mendapat murka Allah Swt. (Al-Furqan : 74)
Tanggung jawab memelihara anak
dibebankan kepada orang tuanya. Dalam sebuah hadis Rasulullah bersabda: “Tiap kamu adalah pemimpin dan kamu akan
ditanya tentang apa yang kamu pimpin”
Ada beberapa hal yang sangat
penting dalam mendidik anak itu untuk bekal mereka nanti dalam menghadapi
kehidupan dunia:
1. Menanamkan Iman dan Yakin kepada Allah.
2. Memerintahkan kepada annak-anak kita untuk
senantiasa menjaga Shalat
3. mendidik anak untuk mencintai Rasul, Ahlul bait
dan mempelajari Al-Qur’an
4. Membina fisik anak agar kuat.
Setelah beliau menjebutkan
beberapa hal itu lalu kitab dihadapannya di tutup dan memberikan kesempatan
kepada para jamaah untuk bertanya. Dialog Tanya jawab itu berlangsung seperti anak
bertanya kepada bapaknya. Sungguh proses pembelajaran yang penuh hikmah. Semoga
mandapat RahmatNYA. Amiin. @@@
Tidak ada komentar:
Posting Komentar