Kajian Islam: Cara
Islam menetapkan adanya Allah yang menjadikan Alam ini, telah banyak disampaikan
dengan berbagai macam cara dan alasan
yang jitu dan tepat, sehingga sulit untuk dibantah dan disanggah. Alasan-alasan yang dikemukakan Al-Qur’an itu, logis, sistematis dan
praktis. Jika ditelusuri uraian mengenai Ilmu Tauhid (Ilmu kalam), sebagaimana yang di
dikemukakan oleh Prof. T.M. Hasbi Ash Shiddiqy dalam buku Al-Islam, dijelaskan
bahwa: Untuk mengurai dan menjelaskan dalil-dalil yang diperlukan dalam
menetapkan “dasar-dasar ‘aqiedah”, para
ulama tauhid (ulama kalam) dari abad kea- bad terus-menerus menyusun berbagai
rupa kitab tauhid atau kitab kalam. Secara garis besar kitab-kitab tersebut, terbagi kepada: Tiga
Aliran. Pertama, Aliran Ahlun Nash. Diantara pemukanya, Imam Ahmad. Aliran
salafy. Kedua, Aliran Ahlul I’tizal, yang dipelopori oleh Washil ibn “Atha’
(aliran Mu’tazilah). Ketiga, Aliran Asj’ary, yang dipelopori oleh Abul Hasan Al
Asj’ary, diikuti jejaknya oleh Abu Bakar Al Baqillany, setelah itu, Al Djuainy,
setelah itu Al Ghazzalaly, setelah itu Ibnul Chatib, sesudah itu Al Baidlawy
dan sesudah iitu ulama-ulama “Ajam (Persi), seperti: Ath Thusy, At Tafazaany
dan Al Iedjy. Disamping itu terdapat lagi aliran Maturidy, yang dipelopori oleh
Abu Manshur Al Maturidy ( hal ini dapat dilihat dalam kitab: Taudliehul
“Aqaa-id). Kata beliau, sangat disayangkan kebanyakan dari kitab-kitab yang
disusun belakangan ini, tidak berdasarkan Salafy dan tidak pula berdasarkan
Nadhar yang benar. Setengahnya malah ada yang mendasarkan kepercayaan kepada
dala-il (dalil-dalil) yang dapat
dibantah oleh para filosof. dmk, sekilas semoga kita memahaminya. Aamiin. @@@
Tidak ada komentar:
Posting Komentar