Senin, 01 Oktober 2018

Kajian Islam tetang menetapkan adanya Allah

Kajian Islam:  Cara Islam menetapkan adanya Allah yang menjadikan Alam ini, telah banyak disampaikan dengan berbagai   macam cara dan alasan yang  jitu dan tepat,  sehingga sulit untuk dibantah dan disanggah.  Alasan-alasan yang dikemukakan  Al-Qur’an itu, logis, sistematis dan praktis.  Jika ditelusuri  uraian mengenai  Ilmu Tauhid (Ilmu kalam), sebagaimana yang di dikemukakan oleh Prof. T.M. Hasbi Ash Shiddiqy dalam buku Al-Islam, dijelaskan bahwa: Untuk mengurai dan menjelaskan dalil-dalil yang diperlukan dalam menetapkan “dasar-dasar  ‘aqiedah”, para ulama tauhid (ulama kalam) dari abad kea- bad terus-menerus menyusun berbagai rupa kitab tauhid atau kitab kalam. Secara garis besar  kitab-kitab tersebut, terbagi kepada: Tiga Aliran. Pertama, Aliran Ahlun Nash. Diantara pemukanya, Imam Ahmad. Aliran salafy. Kedua, Aliran Ahlul I’tizal, yang dipelopori oleh Washil ibn “Atha’ (aliran Mu’tazilah). Ketiga, Aliran Asj’ary, yang dipelopori oleh Abul Hasan Al Asj’ary, diikuti jejaknya oleh Abu Bakar Al Baqillany, setelah itu, Al Djuainy, setelah itu Al Ghazzalaly, setelah itu Ibnul Chatib, sesudah itu Al Baidlawy dan sesudah iitu ulama-ulama “Ajam (Persi), seperti: Ath Thusy, At Tafazaany dan Al Iedjy. Disamping itu terdapat lagi aliran Maturidy, yang dipelopori oleh Abu Manshur Al Maturidy ( hal ini dapat dilihat dalam kitab: Taudliehul “Aqaa-id). Kata beliau, sangat disayangkan kebanyakan dari kitab-kitab yang disusun belakangan ini, tidak berdasarkan Salafy dan tidak pula berdasarkan Nadhar yang benar. Setengahnya malah ada yang mendasarkan kepercayaan kepada dala-il  (dalil-dalil) yang dapat dibantah oleh para filosof. dmk, sekilas semoga kita memahaminya. Aamiin. @@@

Tidak ada komentar:

Posting Komentar