“Jalan2 Islam
Menetapkan Ke-Esaan Allah”
Islam, suatu Agama yang menetapkan ke-Esaan Tuhan yang
memakai pendirian monotheism yang sempurna dan kokoh, terlepas dari segala
kekurangan. Sebenarnya, seluruh manusia mengaku adanya Tuhan yang menjadikan
langit dan bumi. Dalam soal ini tak ada perselisihan, terkecuali kaum nihilis
yang beritikad “tak ada selain dari
maddah, atau benda”. Selain dari
golongan nihilisten/nihilisme, semuanya mengakui adanya Tuhan.
Akan tetapi – walaupun kebanyakan manusia mengakui adanya
Tuhan namun sebahagian mereka mendasarkan pengakuannya kepada penglihatan2 yang lahir dan sebahagaian mereka mendasarkan kepada penetapan akal – pikran semata.
Oleh karena itu, terjadilah perselisihan dan perbedaan pendapat (penetapan)
dalam cara melaksanakan pengakuan itu. Akibatnya, menghasilkan beberapa
kekurangan, kekeliruan dalam soal yang terpokok ini. Juga terjadi pertikaian
dalam menetapkan Tuhan yang diimani mereka itu. Ada yang bertuhankan matahari,
api, betuhankan sinar-seminar, dan bahkan ada yang bertuhankan kelam dan pekat.
Allah swt mengutus nabiNYA Muhammad s.a.w. membawa Islam,
menyampaikan wahyu guna sebagai petunjuk bago manusia dalam urusan beriman akan
Allah dan bertauhid kepadaNYA, disamping menjadi petunjuk dalam urusan2 dunia dan akhirat.
Sangat luas Al-quran membicarakan urusan Ke-ESAAN ALLAH. Baik dalam urusan
memberikan rezeki, meghidup-matikan dst.. Al-Quran juga menjelaskan bahwa
se-kali2 tidak di-shahkan kita menyembah selain Allah, atau menundukan diri dan
memohon perlindungan kepada selain Allah.
Orang arab dimasa Nabi Muhammad diutuskan , mempunyai kepercayaan bahwa Tuhanlah yang menjadikan langit dan
bumi. Akan tetapi mereka mengotori
kepercayaan itu dengan menyembah
berhala, patung dan kayu serta memohon perlindungan selaian Allah.
Maka Al-Quran menjadikan pengakuan mereka itu ( yakni:
adanya dan esanya Tuhan yang menjadikan alam) dasar dalam memberikan penerangan/penjelasan kepada
mereka tentang ke-Esaan Allah dalam
urusan menerima ibadat hamba kepadaNYA,
dalam urusan menyerahkan diri kepadaNYA, dalam urusan memohon perlindungan dan
hajat- keinginan dariNYA.
Sungguh besar sekali perhatian Islam kepada urusan
meng-Esakan Allah dan menguat –teguhkan Tauhid dalam hati dan jiwa para manusia…..
Semoga Aamiin….(Prof TM Hashbi Ash-Shiddiqy dalam buku Al-Islam)