Senin, 28 Desember 2015

“Jalan2  Islam Menetapkan Ke-Esaan Allah”
Islam, suatu Agama yang menetapkan ke-Esaan Tuhan yang memakai pendirian monotheism yang sempurna dan kokoh, terlepas dari segala kekurangan. Sebenarnya, seluruh manusia mengaku adanya Tuhan yang menjadikan langit dan bumi. Dalam soal ini tak ada perselisihan, terkecuali kaum nihilis yang beritikad  “tak ada selain dari maddah, atau benda”. Selain  dari golongan nihilisten/nihilisme, semuanya mengakui  adanya Tuhan.
Akan tetapi – walaupun kebanyakan manusia mengakui adanya Tuhan namun sebahagian mereka mendasarkan pengakuannya kepada penglihatan2  yang lahir dan sebahagaian mereka  mendasarkan kepada penetapan akal – pikran semata. Oleh karena itu, terjadilah perselisihan dan perbedaan pendapat (penetapan) dalam cara melaksanakan pengakuan itu. Akibatnya, menghasilkan beberapa kekurangan, kekeliruan dalam soal yang terpokok ini. Juga terjadi pertikaian dalam menetapkan Tuhan yang diimani mereka itu. Ada yang bertuhankan matahari, api, betuhankan sinar-seminar, dan bahkan ada yang bertuhankan kelam dan pekat.
Allah swt mengutus nabiNYA Muhammad s.a.w. membawa Islam, menyampaikan wahyu guna sebagai petunjuk bago manusia dalam urusan beriman akan Allah dan bertauhid kepadaNYA, disamping menjadi  petunjuk dalam urusan2  dunia dan akhirat.
Sangat luas Al-quran membicarakan  urusan Ke-ESAAN ALLAH. Baik dalam urusan memberikan rezeki, meghidup-matikan dst.. Al-Quran juga menjelaskan bahwa se-kali2 tidak di-shahkan kita menyembah selain Allah, atau menundukan diri dan memohon perlindungan kepada selain Allah.
Orang arab dimasa Nabi Muhammad diutuskan ,  mempunyai kepercayaan  bahwa Tuhanlah yang menjadikan langit dan bumi. Akan tetapi mereka  mengotori kepercayaan itu  dengan menyembah berhala, patung dan kayu serta memohon perlindungan selaian Allah.
Maka Al-Quran menjadikan pengakuan mereka itu ( yakni: adanya dan esanya Tuhan yang menjadikan alam) dasar  dalam memberikan penerangan/penjelasan kepada mereka  tentang ke-Esaan Allah dalam urusan menerima  ibadat hamba kepadaNYA, dalam urusan menyerahkan diri kepadaNYA, dalam urusan memohon perlindungan dan hajat- keinginan dariNYA.

Sungguh besar sekali perhatian Islam kepada urusan meng-Esakan Allah dan menguat –teguhkan Tauhid dalam hati dan jiwa para manusia….. Semoga  Aamiin….(Prof TM Hashbi Ash-Shiddiqy dalam buku Al-Islam)