Kajian Islam

FUNGSI KENABIAN

Di dalam Al Quran Surat Al Ahzab aya 45-46 dijelaskan" Wahai nabi (Muhammad saw) sesungguhnya Kami mengutusmu kepada seluruh ummat manusia agar menjalankan fungsi ketauladanan (Syaahidan) memberikan berita gembira (Mubassyiran), memberikan peringatan ( Nadziran), mengajak kembali kepada (agama) Allah dengan izinNya dan menjadi pelita penerang". Dari keterangan kedua ayat di atas sudah terlihat bahwa ada 5 fungsi kenabian yaitu: 1. Syaahidan 
2. Mubasysyiran 3. Nadziran. 4. Faaiyan ilallah 5. Siroojan Munira. Fungsi kenabian pada hakekatnya berkaitan dengan persoalan yang sangat mendasar yakni bagai mana mengubah perilaku manusia yang jahiliyah (kafir) menjadi perilaku yang beriman dan ber- adab (Akhlakul Karimah). Inilah tugas semua nabi dan rasul mengajak manusia untuk meninggikan kalimat Tauhid Laa Illaaha Illallah (tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi selain Allah. Keyakinan terhadap makna Kalimat Tauhid ini mampu membebaskan manusia dari keterbelakangan, perbudakan, kebodohan dan kemiskinan. Kalimat ini mampu menghantarkan manusia kepada kemerde- kaan yang se-benar2nya. Tidak hanya kemerdekaan politik tapi kemerdekaan dalam berbagai aspek kehidupan, merdeka dalam bidang sosial kemsyarakatan, merdeka dalam bidang ekonomi dan buda- ya. Karena seorang muslim tidak boleh tergantung kepada makhluk, seorang muslim hanya boleh bergantung kepada Allah Swt semata. Untuk selanjutnya mari kita lihat 5 fungsi kenabian tsb.sbb: 

1. Fungsi Ketauladanan (Syaahidan) 

 Manusia pada dasarnya diciptakan dengan sebaik baik ciptaan. Artinya ada dua unsur pokok yang membangun struktur ciptaan manusia, yaitu unsur Ruh dan unsur jasmani. Unsur ruh bersumber dari Allah yang maha suci, dimana unsur ini lebih cenderung kepada.kesucian (malaikat). Manusia pada dasarnya memiliki kecenderungan kepada kebaikan dan kebenaran (Al.Haq). Tapi sebaliknya dalam diri manusia itu ada juga unsur tanah yang menopang jasmano yang bersi- fat fisik dan duniawi. Unsur nafsu duniawi yang berlebihan memiliki memiliki kecenderungan merusak dan jahat (As-Syaithan). Unsur malaikat dan syaithan dalam diri manusia berbanding seimbang 50%-50%. Artinya ketika manusia dilahirkan dapat menjadi jahat maupun menjadi baik tergantung dari lingkungan yang mempengaruhinya.
Dalam sebuah sabda Rasulullah saw disebutkan bahwa Setiap manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah. maka kedua orang tuanya lah (lingkungan)  yang menyebabkan dia menjadi Yahudi, Nasrani maupun Majusi. Manusia itu adalah makhluk  yang sangat mudah beradaptasi, termasuk beradaptasi dengan kondisi dan situasi yang baik. Oleh karena itu Rasulullah saw sebagai Nabi telah mencontohkan dalam kehidupan sehari-hari beliau mulai dari tidur, banguan, makan, minum, bekeluarga, bekerja dan berinteraksi dengan sesama dan makhluk yang lain, sebagai uswatum hasanah.


2. Fungsi Memberi Motivasi

Rasulullah saw adalah seorang motivator yang ulung. Salah satu contoh : Seorang sahabat datang kepada beliau, lalu berkata:
-"Yaa Rasulullah, saya ingin menganut Islam, tapi saya masih berjudi, masih berzina dan masih minum minuman keras yang memabukkan"
+ Rasululllah menjawab : "Silahkan duduk !"kamu saya diterima sebagai seorang muslim dengan syarat kamu harus shalat berjamaah bersama saya lima kali dalam sehari semalam. Bagaimana, kamu siap ?
- "Siap" ya  rasulullah...
Kemudian Rasulullah menjabat tangan orang itu seraya mengajarkan dua kalimah syahadat untuk berikrar dalam keislaman, kemudian orang itu pergi,
Beberapa bulan kemudian dia datang lagi menemui Rasulullah seraya menyampaikan bahwa dia sudah tidak lagi berjudi, berzina dan mabuk-mabukan. Lalu Rasulullah saw bertanya, "sekarang apa maumu dan rencanamu kedepan ? Orang itu berkata bahwa dia akan hidup seperti kehidupan Rasulullah, tidak berjudi, berzina dan mabuk mabukan lagi. Lantas turunlah ayat surat Al-Ankabuut ayat 45.

3. Fungsi Memberi Peringatan (Nadziiran)

Jika kita membaca Al Quran  Surat Ali Imran ayat 104 maka kita akan paham bahwa ada dua hal penting yang menjadi perhatian kita Pertama: Amar Makruf, dan yang Kedua: Nahi Mungkar.
Untuk mengajak orang mengerjakan kebaikan2 dan manfaat2 yang berguna bagi kemanusiaan, pada dasarnya tidak ada resiko dan akibat yang membahayakan setiap orang sebagai pemberi peringatan.
Begitu pula sebaliknya mencegah orang berbuat yang mungkar, disini perlu ada sebuah kekuasaan, dimana ada sedikit unsur paksaan. Sebab mencegah kemungkaran tidak bisa dilakukan apabila tidak memiliki kekuatan sama sekali.
Rasulullah bersabda; "Barangsiapa dianatara kalian melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubahnya dengan kekuasaan yang ada di tangannya".
Jadi perintah mengubah kejahatan dan kemungkaran menjadi kebaikan dan kemanfaatan, ujung tombaknya terarah pertama kali kepada sipemilik kekuasaan, pemerintah atau negara. Setelah itu baru diteruskan oleh para Ulama, muballigh, intelektual, penulis atau sipemilik lidah kebenaran.
Jadi disinilah letaknya berbagai kebijakan yang harus diambil oleh setiap pemilik kekuasaan tersebut mempunyai fungsi. Jika tidak anjuran2 yang ada itu hanya sebatas diketahui saja, tanpa ditindak lanjuti oleh sipemilik kekuasaan. Jadi ringkasnya fungsi Nadziran pada dasrnya paling efektif dijalankan oleh negara atau pemerintah. Dalam hal ini negara yang berdasarkan hukum. Pemerintah yang berkewajiban menjalankan fungsi kenabian yakni penegak hukum akan menjalankan hukum kepada siapa saja tanpa pandang bulu. Bahkan Sabda Rasulullah: "Seandainya Fatimah anak Muhammad yang mencuri akan aku potong tangannya"

4. Fungsi Mengajak Kembali Kepada Anjuran Agama (Daaiyan Ilallah)

Perubahan yang dikehendaki oleh Islam, bukan perubahan tanpa agama. Sebab perubahan tanpa dibimbing oleh nilai-nilai agama Islam adalah perubahan yang kacau dan menuju kepada kehancuran. Reformasi yang digagas tanpa nilai Islam tidaklah akan berarti apa apa. Kesejahteraan yang dibangun sebaiknya berangkat dari ketaqwaan, keimanan, keyakinan yang kuat terhadap agama. Agama itu adalah ajaran yang berlandaskan Tauhid. Negara berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, keduanya mempunyai makna yang sama yaitu keimanan dan tauhid kepada Allah Swt.

5. Fungsi Mencerdaskan Manusia (Sirojan Muniira)

Arti kata "Sirojan Moiniira" yaitu pelita menerangi. Para ulama sepakat bahwa yang dimaksud dengan sirojan muniira itu adalah ilmu pengetahuan. Ilmu itu adalah cahaya yang menerangi kehidupan, memudahkan hidup dan mengangkat derajat manusia. Seorang nabi diutus untuk mencerdaskan kehidupan masyarakat.
Ilmu adalah cahaya Allah yang dapat memudahkan kehidupan manusia, sehingga ada sabda Rasulullah, "Tuntutlah ilmu itu walaupun ke negeri China". Belajar itu adalah kewijaban setiap Muslim dan Muslimat. Belajarlah mulai dari ayunan hungga ke liang lahat, dst.
Jika kita ingin mengubah suatu masyarakat menjadi bangsa yang cerdas maka majukanlah ilmu, bangunlah sarana belajar.
Untuk mewujudkan cita-cita memajukan ilmu dan belajar, ada 3 komponen penting yang dapat menghantarkan sebuah pendidikan menjadi bermutu.
1. Para pengajar/guru/pendidik yang berkualitas, punya komitmen terhadap pendidikan.
2. Lembaga2 Pendidikan yang mempunyai subsatansi yang memadai seperti: pendidik, peserta didik, sarana & prasarana, kurikulum & silaby, Anggaran dsb.
3. Pemerintah sebagai penanggung jawab pendidikan secara nasional.

Jika kelima fungsi kenabian ini dijalankan insyaallah, bangsa ini akan cerdas, maju dan berkah. Semoga, Aamiin..

Sumber Bacaan : Bulletin Jumat Edisi: 595, Masjid Agung Al-Azhar Kebayoran Jakarta.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar