Senin, 01 Oktober 2018

Kajian Islam ttg orang2 yang mendirikan shalat

Kajian Islam:  Orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian rezkinya yang diberikan Allah kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian disisi Allah dan ampunan serta rezki atau nikmat yang mulia.
Mendirikan shalat dapat diartikan jika seseorang senantiasa shalat tepat pada waktunya, berjamaah di masjid, lalu mlaksanakan shalat-shlat sunat seperti  ba’diah-qabliah shalat rawatib serta melaksanakan shalat tahajud dan shlata dhuha. Mereka juga melakukan zikir pagi dan sore, serta senantiasa berinfak, berzakat dan bersedekah. Disamping itu mereka juga senantiasa melakukan kegiatan-kegiatan muamalah atau kegiatan-kegiatan sosial-kemasyarakatan. Hubungan mereka dengan Allah dan hubungan mereka dengan sesama manusia senantiasa terjalin setiap saat.
Jika ditelusuri lebih jauh tentang orang-orang beriman maka dapat dibagi dalam berbagai kategori. pertama. Para Rasul, kedua, para ambiya (nabi-nabi), kategori ketiga, para siddiqin (orang-orang yang lurus dan benar), kategori keempat, para suhada (orang-orang yang berjuang syahid di jalan Allah), kategori kelima: para shalihin (para orang-orang shaleh), kategori keenam: masyarakat awam (orang-orang biasa).
Tiap-tiap orang mudah menjadi muslim, akan tetapi tidak mudah menjadi mukmin. Ada perbedaan asasi antara Islam dan Iman. Dalam hal ini, Al-Qur’an  menjelaskan perbedaan keislaman dan Keimanan itu di dalam Surat Al-Hujurat ayat 14. Dimana di ayat tersebut dijelaskan bahwa “Kamu masih belum beriman. Kamu baru saja menyerah, karena dada-dada belumlah dihujani Iman”.
Ketika Rasulullah Saw memberikan hadiah kepada seseorang, salah seorang sahabat beliau memberikan peringatan : “Ya Rasulullah, engkau lupa akan sifulan, sedang diapun seorang Mukmin. Apa bukan Muslim ?. Sahabat itu mengulangi pertanyaannya, tetapi jawab rasulullah tetap “apakah bukan Muslim”.
Sesungguhnya, pada umumnya amatlah mudah Islam itu, tetapi intinya adalah Iman. Tatkala Rasulullah Saw ditanya “Ya Rasulullah, amal apakah yang pailing baik ? Jawab beliau “Islam”. Dan bagian manakah yang paing utama daripadanya Ya rasulullah? jawab beliau “Ialah bahagian Iman”.

Tuntutan Iman itu tidaklah mudah, Iman itu mempunyai 70 tingkat. Yangtertinggi yaitu: Kalimah tauhid “La ilaha illa-Llah” Sedangkan yang terendah ialah membuang gangguan di tengah jalan. Jika seseorang telah Islam tetapi belum mampu memperlancar si’ar-dakwah Islam, maka orang tersebut belumlah dianggap sebagai seorang Mukmin. Jika seseorang sudah bersyahadat namun masih melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang Allah dan Rasulnya, maka juga belumlah dapai dianggap sebagai seorang Mukmin. Jika seseorang masih ada di dalam hatinya sifat sombing, ujub dan takabur, masih sudah mengadu-doma, asuang pitanah, bermuka dua, masih suka pergi ke dukun, maka orang tersebut juga masih belumlah dapat dianggap sebagai seorang mukmin. Semoga kita senantiasa dapat menuju tingkat Iman itu sesuai dengan niat baik dan ikhtiar kita, hingga akhirnya maut menjemput. In Sha Allah. Aamiiin….@@

Tidak ada komentar:

Posting Komentar