Kajian Islam:
Orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian
rezkinya yang diberikan Allah kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman
dengan sebenar-benarnya. mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian
disisi Allah dan ampunan serta rezki atau nikmat yang mulia.
Mendirikan shalat dapat diartikan jika seseorang senantiasa
shalat tepat pada waktunya, berjamaah di masjid, lalu mlaksanakan shalat-shlat
sunat seperti ba’diah-qabliah shalat
rawatib serta melaksanakan shalat tahajud dan shlata dhuha. Mereka juga
melakukan zikir pagi dan sore, serta senantiasa berinfak, berzakat dan
bersedekah. Disamping itu mereka juga senantiasa melakukan kegiatan-kegiatan
muamalah atau kegiatan-kegiatan sosial-kemasyarakatan. Hubungan mereka dengan
Allah dan hubungan mereka dengan sesama manusia senantiasa terjalin setiap
saat.
Jika ditelusuri lebih jauh tentang orang-orang beriman maka
dapat dibagi dalam berbagai kategori. pertama. Para Rasul, kedua, para ambiya
(nabi-nabi), kategori ketiga, para siddiqin (orang-orang yang lurus dan benar),
kategori keempat, para suhada (orang-orang yang berjuang syahid di jalan
Allah), kategori kelima: para shalihin (para orang-orang shaleh), kategori
keenam: masyarakat awam (orang-orang biasa).
Tiap-tiap orang mudah menjadi muslim, akan tetapi tidak
mudah menjadi mukmin. Ada perbedaan asasi antara Islam dan Iman. Dalam hal ini,
Al-Qur’an menjelaskan perbedaan
keislaman dan Keimanan itu di dalam Surat Al-Hujurat ayat 14. Dimana di ayat
tersebut dijelaskan bahwa “Kamu masih belum beriman. Kamu baru saja menyerah,
karena dada-dada belumlah dihujani Iman”.
Ketika Rasulullah Saw memberikan hadiah kepada seseorang,
salah seorang sahabat beliau memberikan peringatan : “Ya Rasulullah, engkau
lupa akan sifulan, sedang diapun seorang Mukmin. Apa bukan Muslim ?. Sahabat
itu mengulangi pertanyaannya, tetapi jawab rasulullah tetap “apakah bukan
Muslim”.
Sesungguhnya, pada umumnya amatlah mudah Islam itu, tetapi
intinya adalah Iman. Tatkala Rasulullah Saw ditanya “Ya Rasulullah, amal apakah
yang pailing baik ? Jawab beliau “Islam”. Dan bagian manakah yang paing utama
daripadanya Ya rasulullah? jawab beliau “Ialah bahagian Iman”.
Tuntutan Iman itu tidaklah mudah, Iman itu mempunyai 70
tingkat. Yangtertinggi yaitu: Kalimah tauhid “La ilaha illa-Llah” Sedangkan
yang terendah ialah membuang gangguan di tengah jalan. Jika seseorang telah
Islam tetapi belum mampu memperlancar si’ar-dakwah Islam, maka orang tersebut
belumlah dianggap sebagai seorang Mukmin. Jika seseorang sudah bersyahadat
namun masih melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang Allah dan Rasulnya,
maka juga belumlah dapai dianggap sebagai seorang Mukmin. Jika seseorang masih
ada di dalam hatinya sifat sombing, ujub dan takabur, masih sudah mengadu-doma,
asuang pitanah, bermuka dua, masih suka pergi ke dukun, maka orang tersebut
juga masih belumlah dapat dianggap sebagai seorang mukmin. Semoga kita
senantiasa dapat menuju tingkat Iman itu sesuai dengan niat baik dan ikhtiar
kita, hingga akhirnya maut menjemput. In Sha Allah. Aamiiin….@@
Tidak ada komentar:
Posting Komentar