Maha suci Allah yang menjadikan makhluk tanpa percuma
di dalam Al Qur'an di sebutkan bahwa:" Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa-apa yang ada antara keduanya dengan bermain-main (percuma)" [Ad Dukhan (S.44) ayat 38]. (2) "Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?" [Al Mukminuun (S.23) ayat 115].
Jika diperhatikan ayat-ayat suci ini, maka dapat diambil kesimpulan bahwa Allah suci dari menjadikan manusia dengan percuma, yakni suci Allah dari tidak memperdulikan segala perbuatan mereka dan suci Allah dari menjadikan mereka dengan percuma dan tidak mengandung hikmat. Tegasnya, Allah tidak membiarkan mereka sewenang-wenang didunia ini dengan menganiaya dengan tidak menghidupkan mereka kembali sesudah matinya untuk dihisab, dikira dan dihitung, segala amalan yang mereka kerjakan didalam hidup dan kehidupan di dunia.
Ayat ini menjelaskan, bahwa manusia akan menerima balasan terhadap segala usaha dan amal perbuatannya.
Menerima pembalasan dihari akhirat itu, dikehendaki benar oleh hikmat-hikmat. Memang tak patut Allah Yang Maha Hakim, yang mrnjadikan langit dan bumi dan segala anatara keduanya serta segala isinya, akan tiada mengadakan hidup sesudah mati (wafat dari alam dunia), nanti di akhirat akan ditegakkan neraca keadilan untuk mengambil hak si lemah dari si kuat yang telah berbuat jahat di alam dunia kepada si lemah. Di akhirat akan diperlihat keadlan Ilahi. Apakah keadilan telah benar-benar nyata. Pada waktu itulah si lemah yang benar akan menjadi kuat, dan si kuat yang salah akan menjadi lemah. Si kuat pada saat itu tidak dapat lagi mempertahankan dirinya dari tuduhan dan bukti-bukti yang di sampaikan kepadanya , karena terlihat dan terbukti dengan nyata. Kaki bersaksi, tanga bersaksi dan semua anggota badan bersaksi.
JIka demikian yang dikehendaki hikmat ketuhanan, maka apabila manusia beriman benar akan Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa, Maha Bijaksana, Maha Adil, adalah wajar dan lazim dari yang demikian itu, ia beriman dengan teguh bahwa sesudah kehidupan di dunia, mereka akan menghadapi kehidupan di akhirat. Akan menghadapi siksa, syurga atau neraka.
Dalam masa itulahberbeda benar yang thaat dengan yag maksiyat. Disana akan terlihat siapa yang tulus-ikhlas karena Allah dan siapa yang bukan. Smg kt bedara dalam ridhoNYA. Aamiin.
Ali Mursal @10618
Tidak ada komentar:
Posting Komentar