Kajian Tauhid

Beriman Kepada Allah

Dasar/Landasan :
1. Al Quran
    a. Surat An-Nisaa' ayat 136
    b. Surat Al Baqarah ayat 123
    c. Surat Al Baqarah ayat 225
    d. Sura Al Hasyar ayat 22-24
    e. Surat Al Ikhlas ayat 1-4.

2. Al Hadits
a. Akuilah olehmu wahai sufyan, jika benar2 engkau mau Islam Amantu billahi, tsummastaqim = "Saya berima kepada Allah, kemudian berlaku lurus" (HR Muslim - Taisierul Wusul 1 : 18)

b. "Manusia yang paling bahagia memperoleh safa'atku dihari qiamat, ialah: orang yang mengucapkan " LAA ILAAHA ILLALLAH" dengan sejujur-jujur hati". (HR. Muslim - Tasierul Wusul 1 : 12)

c. "Barang siapa yang mati mempersyerikatkan Allah denga sesuatu, pasti masuk keneraka, dan barangsiapa mati tiada mempersyerikatkan Allah dengan sesuatu, pasti masuk ke syurga" (HR. Muslim - Tasierul Wusul 1 :12)

Pengertian Iman akan Allah

Iman akan Allah, ialah:
1. Mengaku benar akan "adaNYA" (Allah itu ada )
2. Mengaku akan Ke-EsaanNYA, baik dalam menjadikan semua  alam makhluk, maupun dalam menerima ibadat para hamba.
3. Mengaku benar akan "SifatNYA" dengan segala sifat kesempurnaan, Maha suci dari segala sifat kekurangan dan menyerupai yang baru.

Pengakuan atau Ikrar lisan itu harus disertai dengan "makrifat".Apa itu makrifat ?
Makrifat ialah mengenal Allah seru sekalian alam. Untuk dapat mengenal Allah yaitu "dengan memperhatikan segala sesuatu ciptaanNYa yang disebut makhluk, memperhatikan berbagai macam kejadian yang terjadi di alam ini"

Sebetulnya, segala yang dijadikan Allah itu telah membuktikan bahwa Allah itu ada. Untuk memakrifati Allah  manusia diberikan akal dan fikiran. Jadi Akal dan fikiran itu sebagai alat untuk mengenal/memakrifati Allah Zat yang Maha Suci; Zat yang tidak bersekutu.

Dengan makrifat seperti itu  akan tumbuh rasa "Cinta", "Takut" dan "Harap". Dengan makrifat itu akan tumbuh Khudu' dan Khusu' di dalam jiwa seseorang.  Dalam sebuah syair berbunyi: "Permulaan kewajban manusia ialah mengenal Allah dengan keyakinan yang penuh teguh"

Oleh karenanya  yang harus diketahui dari makrifat itu ialah: Mengenali sifat-sifat Allah dan nama-nama Allah (Asmaul Husna), Mengetahui Dzat Allah (hakekat Dzat NYA), untuk mengenal dzat Allah ini bukan dengan akal dan fikiran tapi dengan hati dan keyakinan yang mendalam.

Menurut Prof TM Hasybi Assidiqqy yang dikutib dari tausiah Abul Baqaa Al Ukbary, beliau berkata: Islam itu dua martabatnya:

1. Dibawah iman, yaitu : Mengaku dengan lidah (megikrarkan dengan lisan), walaupun hati tiada mengakui. Dan (tetapi) dengan akuan lidah itu mka terpeliharalah darahnya.

2. Diatas iman, yaitu: Mengaku dengan lidah, mempercayai dengan hati dan mengerjakan dengan perbuatan anggota badan. Menurut Abul Baqaa Al Ukbary ada empat unsur yang dapat merekat keyakinan  seseorang hamba itu. yaitu ISLAM, IMAN, MAKRIFAT, dan TAUHID. Apabila keempat unsur itu bersatu maka tegaklah agama dalam diri orang tersebut.

Semoga kita senantiasa mendapat taufiq dan hidayah dari Allah dalam menempuh jalanNYA yang lurus. Aamiin......
Kajian Tauhid

Tidak ada komentar:

Posting Komentar