Minggu, 07 Oktober 2018

Kajian Islam tentang :"Perbuatan keji dan perkataan2 bohong"

Jika seseorang berbuat dosa, lalu bertaubat, insya Allah taubatnya akan diterima, tapi jangan terus-menerus melakukan dosa. "Dan orang-orang yang apabila apabila mengerjakan perbuatan keji atau menaniaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah ? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui [Al Qur'an: Suran Ali Imraan (S.3) ayat 135]. Memang setiap manusia pasti berbuat dosa atau kesalahan, namun jika brdosa meka bersegaralah bertaubat. Di dalam sebuah hadits  dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda: "Demi dzat yang jiwaku berada di tanganNya, jika kalian tidak pernah berbuat dosa, maka Allah SWT akan musnahkan kalian, Lalu Allah SWT akan ciptakan kaum yang baru yang berbuat dosa kemudian beristigfar dan Allah ampuni dosa-dosa mereka (HR.Muslim).
Para ulama berkata: "Bertaubat itu hukumnya wajib dari segala dosa. Jika kemaksiatan itu terjadi antara seseorang hamba dan Allah, yakni tidak ada hubungannya dengan hak-hak adami, maka untuk bertaubat itu harus ada tiga syarat: (1). hendaklah menghentikan sama sekali dari kemaksiatan yang dilakukan, (2.) merasa menyesal karena telah melakukan kemaksiatan tsb, (3) berniat dengan sungguh-sungguh untuk tidak akan menulangi lagi perbuatan maksiat itu untuk selama-lamanya. Jika ada dari 3 syarat itu yang ketinggalan maka taubatnya dianggap tidak sah. Demikian juga jika kemaksiatan atau dosa itu ada hubungannya dengan hak-hak adami (terkait urusan dengan orang lain) maka syaratnya itu akan bertambah dari yang 3 diatas menjadi 4. Dan syarat yang ke 4 yaitu dengan mengembalikan hak orang lain tsb.(dijelaskan dalam kitab Hadits Riyadussalihin Bab Taubat).
Di dalam kehidupan sehari-hari terkadang kita sudah tahu salah, tapi malah masih saja mengerjakan perbutan tersebut. Dalam sebuah hadits dari Abdullah bin Amr bin Ash dari Nabi saw bersabda:"Sayangilah, maka engkau akan disayangi, Maafkanlah oranglain, semoga Allah juga menyangimu, celakahlah bagi corong-corong keburukan, celakalah bagi orang-orang yang masih terus saja berbuat keburukan padahal dia mengetahuinya" (HR Bukhary- dari kitab Adabul Mufrod). Dalam hadits lain perbuatan berbohong itu di jelaskan bahwa, Rasulullah saw bersabda: " Kebohongan membawa orang untuk berbuat kejahatan. Sedangkan kejahatan itu membawa orang menuju neraka. Seseorang akan selalu berbohong, hingga dia mendapat gelar di sisi Allah sebagai si tukang bohong" (Muttafaq Alaih). Oleh karena itu dalam pergaulan kehidupan sehari-hari, maka sebaiknya menghindarkan diri dari perkataan-perkataan bohong. Terkadang perkataan bohong itu dimulai dari bawaan perasaan dalam diri kita sendiri, lalu di ucapkan kepada orang lain, padahal orang lain yang mendengarkannya juga tidak ada hubungan dan kaitan apa-apa dengan apa yang sudah kita rekayasa sedemikian rupa sehingga orang yang mendengarkan seakan-akan dapat menerima argumen kita tersebut. Semoga kita senantiasa terhindar dari perbuatan keji dan perkataan-perkataan bohong yang demikian. Insya Allah. Aamiin. @Alimursal81018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar