HBH & SILATURRAHIM
Halal bi Halal di tanah Jawa
lazim dilakukan masyarakat setelah pelaksanaan shalat Iedul Fitri, sehabis
Shalat masyarakat biasanya bersalam-salaman dan bermaaf-maafan, Sedangkan
Silaturrahim dapat dimaknai lebih luas lagi namun intinya dihari yang fitri itu
setiap kita kembali menjalin hubungan baik dengan orang tua kita. Orang tua
sebagaimana disebutkan dalam berbagai literature bahwa ada 3 pihak yang disebut
orang tua. Pertama, yaitu orang yang melahirkan dan membesarkan kita “ibu dan bapak”
kita. Kedua, orang yang menikahkan kita “mertua kita”. Ketiga, “guru” orang
yang mendidik dan mengajar kita tentang
ilmu terutama ilmu agama. Apabila orang tua kita itu masih hidup maka alangkah
baiknya kita mengunjunginya, jika sudah wafat maka dapat menziarahi makamnya.
Dikala kita hidup didunia maka
orang-orang yang menyandang predikat pendidikan setara S1, S2 dan S3. Merekalah
yang umumnya hidup bahagia, begitu juga jika kita ingin hidup bahagia diakherat
kelak,maka kitapun harus menyandang prediket S1 s/d S5. S1 yaitu Syahadat,
dengan bersyahadat jasmani dan rohani kita sudah berikrar dan berkomitmen bahwa
tidak ada tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad Saw adalah utusan Allah.
Kemudian ikrar itu ditindak lanjuti dengan S2 yaitu Shalat. Shalat adalah
perbuatan amal anggota badan yang dilaksanakan 5 kali sehari semalam, sehingga
kita dimasukkan kedalam kelompok sebagai seorang muslim. Untuk menjadi seorang
muslim, amalan shalat saja belumlah dianggap cukup untuk menggapai kebahagian
hidup di akherat, untuk itu kita diwajibkan menyandang prediket S3 yaitu :
Sahum atau puasa, terutama di bulan Ramadhan, dengan berpuasa hati dan jiwa
kita dilatih selama sebulan penuh, jika kita betul-betul menjalankannya dengan
sepenuh jiwa dan raga maka kita dapat mencapai kedudukan sebagai orang yang
bertaqwa. Kemudian seorang muslim di anjurkan untuk memperoleh prediket S4
yaitu: Shadaqah, sadaqah dalam arti luas meliputi, zakat, infaq dan juga
sadaqah itu sendiri. Amalan ini bukan saja untuk memenuhi kewajiban perintah
Allah namun lebih dari itu terkandung makna keshalehan sosial antar seasama
manusia, antara si kaya dan si miskin, antara penguasa dan rakyat jelata.
Kemudian kita dianjurkan untuk memperoleh prediket S5 yaitu: Silaturrahin.
Dalam arti luas silaturrahim ini ada yang dilakukan lima kali sehari semalam
dengan shalat berjamaah di masjid dan musholla.
Sekali seminggu dikala kita
melaksanakan shalat jum’at. Sebulan setiap tahun dilakukan dikala shalat
tarawih berjamaah dimasjid. Setiap tahun dilakukan ketika kita shalat Iedul
Fitri dan Iedul Adha. Sekurang-kurangnya sekali seumur hidup dilakukan dikala
kita menunaikan ibadah haji ke baitullah, dimana disaat wuquf di Arafah itu
adalah merupakan sebuah silaturrahim masyarakat muslim sedunia. Semoga kita senantiasa
dapat meraihnya, sehingga kita insya Allah dapat hidup bahagia dunia dan di
akherat. Aamiin ya Allah….@@)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar