Di dalam Al Qur'an Surat Asy-Syuraa (S.42) ayat 11 di sebutkan bahwa : " (Allah) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagimu pasang-pasangan dari jenismu kamu sendiri, dan dari jenis hewan ternak pasangan-pasangan (juga). Dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia. Dan Dia Yang Maha Mendengar, Maha Melihat".
Ayat ini menerangkan bahwa tak ada sesuatu sifat yang seperti sifatNYA. Maka apabila Allah mensifatkan diriNYA dengan kebanyakan sifat yang disifatkan dengan manusia, hendaklah dipahami bahwa sifat Allah itu, tidak menyerupai sifat manusia. Allah mempunyai setinggi-tinggi sifat dan seindah-indah nama.
Diantara yang wajib pada hak Allah, suci dari bersifat dengan sesuatu sifat kekurangan. Karena jika ada padaNYA sesuatu sifat kekurangan, tidaklah sempurnaNYA, padahal telah tetap dengan cara yang tak dapat mungkiri lagi, bahwa Allah itu wajib dengan segala sifat kesempurnaan ( Kullu kamaalin wujudiyin wajibun lahu).
Dan diantara yang wajib bagiNya, suci dari menyerupai sesuatu yang baru (sesuatu makhluk); suci dari bersuku-suku; suci dari terbagi-bagi dzatNYA. Karena, kalau tidak suci dari yang demikian, berartilah mempunyai kekurangan. Sifat-sifat makhluk, kurang semuanya.
Demikian juga Allah itu suci dari beranak; karena beranak itu, keadaan baru. Beranak itu timbul dari yang hidup yang mempunyai beberapa campuran. Tiap-tiap yang mempunyai campuran,tersusun dan beberapa susunan dan akhirnya binasa-lenyap. Allah itu suci dari binasa dan lenyap. kalau demikian, sucilah DzatNYA dari mempunyai beberapa campuran itu; karena itu suci pula dari beranak. Dan Allah itu suci pula dari diperanakkan; karena jika Allah diperanakkan, berarti berhajat kepada selainNya, padahal Allah itu tiada berhajat kepada selainNya.
Di dalam Al Qur'an Surat Ali Imraan (S.3) ayat 108 disebutkan bahwa: " Itulah ayat-ayat Allah yang Kami bacakan kepadamu dengan benar, dan Allah tidaklah berkehendak menzalimi (siapapun) di seluruh alam.
Ayat ini menerangkan, bahwa Allah tidak berkehendak menganiaya para hambaNya dengan menyuruh mereka melaksanakan beberapa kewajiban, meninggalkan beberapa larangan, hanya Allah bermaksud menunjuki mereka kepada usaha-usaha menyempurnakan fitrah.
Semoga kita dapat memahaminya. In Sha Allah. Aamiin...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar