Kamis, 17 Januari 2019

Kajian Islam ttg "Bangkit dari kubur"

Diantara pokok aqidah yang disepakati oleh segala syariat ketuhanan sejak dari permulaan syariat yang diturunkan Allah ke muka bumi hingga akhir syariat dengan berakhirnya dan hancurnya alam semesta yaitu : kepercayaan akan dibangkitkannya segala manusia dari kuburnya dan diberikan pembalasan amal yang mereka kerjakan selama hidup di alam dunia.
Namun sebahagian manusia ada yang mengingkari hal itu; mengingkari ada hidup lagi setelah hidup sekarang ini.
Kebanyakan musyrikin Arab pada masa dahulu mengingkari adanya hari kemudian. mereka tidak menerima kemungkinan hidup sesudah mati, mereka menolak adanya hari akhirat. Adapun golongan ahli kitab tentang keimanan mereka tentang hari kemudian ini, telah banyak bercampur-baur dengan berbagai-bagai bid'ah, yang sebab demikian itu maka hilanglah kebersihan iman mereka, hilanglah guna dan faedahnya.
Al Qur'an membantah faham yang demikian itu (kaum musyrikin arab dan kalangan penganut agama yang tidak menyetujui akan adanya bangkit dari kubur dan hari akhirat.) dengan berbagai rupa alasan dan keterangan. Diantara bukti yang menyatakan kemungkinan terjadinya hari berbangkit itu, diantaranya kita perhatikan dataran bumi yang semula kering, setelah Allah menurunkan hujan dari langit maka hiduplah bumi itu dengan berbagai macam hewan dan tumbuh-tumbuhan. Inilah satu isyarah bahwa bagi Allah sangat mudah untuk membangkitkan kembali jasad-jasad yang sudah mati.
Al Qur'an menerangkan bahwa, menurut dasar kebijaksanaan, hendaklah manusia itu mempunyai hidup sekali lagi. Dalam hidup itulah diambil hak-hak orang teraniaya dari yang menganiaya, diambil hak silemah dari sikuat yang memperkosa dan mengganggu ketentraman hak silemah.
Al Qur'an juga menerangkan bahwa membiarkan manusia tidak hidup lagi buat membalaskan amal usahanya, adalah sikap berlawanan dengan kebijaksanaan, atau sikap bodoh. Allah pencipta alam semesta suci dari sifat bodoh itu.
Memang wajib menurut dasar hikmat dan keadilan, Allah menghidupkan manusia sekali lagi untuk memberikan kesempatan mereka menuai/memanen hasil usaha yang mereka kerjakan selama hidup di dunia.
Di dalam Surat Al-Qiyamat (S.75) ayat 36 di jelaskan bahwa: "Apakah maanusia mengira, dia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung-jawaban) ?" 37 : "Bukankah dia mulanya hanya setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim)",  38: " kemudian (mani itu) menjadi sesuatu yang melekat, lalu Allah menciptakannya dan menyempurnakannya" 39: "lalu Dia menjadikan darinya sepasang laki-laki dan perempuan" 40. "Bukankah (Allah berbuat) demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati ?"
Di Surat Ar-Rum (S.30) ayat 27 dijelaskan bahwa: "Dan Dialah yang memulai penciptaan, kemudian mengulanginya kembali, dan itu lebih mudah bagi-Nya. Dia memiliki sifat yang Maha tinggi di langit dan di bumi. Dan Dialah Yang Mahaperkasa. Maha bijaksana."
Semoga kita selalu berada dalam hidayahnya. In Sha Allah. Aamiin....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar