Kamis, 17 Januari 2019

Kajian Islam Ttg "Janji Allah"

Jika kita perhatikan ayat-ayat Allah dalam Al Qur'an, maka tegas disebutkan bahwa Allah tidak akan menyalahi janjinya. Allah membuat wa'ad dan wa'ied (janji baik dan janji buruk). Wa'ad, (janji) dipakai untuk janji baik dan janji buruk. Sedangkan wa'ied semata-mata dibuat untuk janji buruk saja. Demikian dijelaskan menurut terminologi bahasa Arab.
Ada beberapa ayat-ayat Al Qur'an yang menjelaskan tentang janji Allah ini.
1. Terdapat dalam Surat An-Nisaa' (S.4) ayat 122: " Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal kebajikan, kelak akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungi, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan janji Allah itu benar. Siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah?
2. Terdapat dalam Surat Al-A'raaf (S.7) ayat 44: " Dan para penghuni surga menyeru penghuni-penghuni neraka, "Sungguh, kami telah memperoleh apa yang dijanjikan Tuhan kepada kami itu benar. Apakah kamu telah memperoleh apa yang dijanjikan Tuhan kepadamu itu benar ?. Mereka menjawab, "Benar". Kemudian penyeru (malaikat) mengumumkan di antara mereka, "Laknat Allah bagi orang-orang zalim".
3. Terdapat dalam Surat At-Taubah (S.9) ayat 68: " Allah menjajikan (mengancam) orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahanam. Mereka kekal di dalamnya. Cukuplah (neraka) itu bagi mereka. Allah melaknat mereka; dan mereka mendapat azab yang kekal," Selanjutnya didalam Surat yang sama, pada ayat 72 : " Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, dan (mendapat) tempat yang baik di surga 'Adn. Dan keridaan Allah lebih besar. Itulah kemenangan yang agung.
Dengan memperhatikan dan menghayati kandungan-kandungan beberapa ayat-ayat tersebut, nyatalah bagi kita bahwa titik berat dari Ayat-ayat itu, ialah Janji Allah pasti tepat dan benar, dan tidak usah diragukan lagi dan juga disangsikan kebenarannya. Akapah Allah wajib menunaikan janjiNya atau tidak, itu bukan urusan kita. Apakah Allah memberikan janjiNya itu sebagai suatu kemurahan yang dilimpahkan atau bukan, itu juga tidak menjadikan soal kita. Persoalan yang kita titik beratkan adalah: bahwa Janji Allah benar. Allah telah berjanji akan memberikan sesuatu dimasa yang akan datang. Apakah Allah akan menyalahi janjinnya?. Kalau Allah menyalahi janjinya, tentulah berarti dusta. Dusta merupakan suatu sifat buruk yang dipandang oleh makhluk. Menyalahi janji atau dusta sangat berlawanan dengan wahyu dan kalam Allah. "Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Dia pasti akan mengumpulkan kamu pada hari Kiamat yang tidak diragukan terjadinya. Siapakah yang lebih benar perkataan (nya) daripada Allah" (Surat An-Nisaa' ayat 87).
Dengan demikian, pantas dan lazimlah kiranya kita beri'tiqad teguh bahwa janji-janji Allah yang baik (wa'adNYA), begitu juga janji-janji Allah yang buruk (wa'iedNYA), pasti akan berlaku, pasti akan dipenuhi; jangan ragu dan jangan sangsi tentang hal itu.
Semoga kita selalu dalam hidyahNYA. In Sha Allah.. Aamiin...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar