Hukum-hukum yang terdapat dalam kitab-kitab suci terdahulu (kitab suci sebelum Al-Qur'an diturunkan), telah dimansukh (dikoreksi) oleh Al-Qur'an, dan yang berlaku adalah hukum-hukum yang ada dalam kitab suci Al Qur'an. Itulah ketentuan Allah yang harus dipakai hingga hari kemudian. Agar selamat sentausa hingga ke alam akhirat.
Ummat Islam beritiqad bahwa Allah pernah menurunkan kitab taurat kepada Nabi Musa as yang didalamnya terdapat beberapa hukum Agama, kepercayaan yang benar, janji baik dan buruk. Dan di dalam kitab Taurat itu ada keterangan tentang kedatangan Nabi Besar Muhammad Salallahu 'alaihi wassallam.. Kitab suci Taurat itu menegaskan bahwa, Nabi Muhammad akan datang membawa agama baru, untuk menggantikan agama-agama lama seluruhnya; untuk menjadikan penuntun kebahagiaan dunia dan akhirat. kemudian Ummat Islam beritiqad bahwa, kitab taurat yang ada sekarang ini, bukan kitab taurat yang asli lagi. Isinya tidak sebagaimana yang diturunkan kepada Nabi Musa as, telah banyak yang ditukar, dirobah-robah.Di dalam Taurat yang ada sekarang ini, tidak ada terdapat keterangan perihal syurga dan neraka; padahal keterangan semacam ini amat penting. Setiap kitab suci perlu menerangkannya. Dan di dalam taurat yang ada sekarang, ada keterangan perihal kematian Nabi Musa as, padahal Nabi Musa as itulah yang menerima kedatangan kitab taurat itu (hal ini pernah dijelaskan dalam kitab Al-Jawahir).
Ummat Islam beritiqad bahwa Kitab Suci Zabur itu, suatu kitab Allah juga, yang diturunkan kepada Nabi Daud as. Isinya berbagai doa, dzikir, pengajaran dan hikmat. Hukum-hukum syara' tidak terdapat di dalamnya, karena Nabi Daud itu didalam hukum syara' mengikut dan menurut hukum Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa as.
Ummat Islam percaya bahwa Allah pernah menurunkan Kitab Suci Injil kepada Al Masih (Nabi Isa as) Gunanya untuk menerangkan beberapa hukum, untuk menyeru manusia kembali kepada mentauhidkan Allah, untuk mengadakan herorientasi Agama Yahudi, untuk menghapus sebagian dari hukum Taurat yang tidak cocok lagi dengan zaman Nabi Isa as tsb dan kitab Injil itu juga menerangkan hal tentang kedatangan Nabi Besar Muhammad Sallahu 'alaihi wassalam. Menurut keterangan bahwa hal itu masih terdapat dalam "Injil Barnabas". Ummat Islam mengaku bahwa Kitab Injil yang sekarang ini terdapat 4 (empat) buah, yang ditulis oleh: Matius, Lucas, Marcus dan Johanna. Injil yang 4 buah itu, satu sama lain bertentangan isinya. Dan keempat pengarang itu, tidak pernah bertemu sekalipun dengan Nabi Isa as (Al Masih). Mereka tidak menerima sendiri dari mulut Nabi Isa as, sebagaimana para sahabat Nabi Muhammad Salallahu 'alai wassalam menerima Al-Qur'an. Kitab Injil itu diketika Al Masih belum lama naik kelangit (wafat), amat banyak Naschahnya (menurut keterangan para ulama). Kemudian dimasa kira-kira 200 tahun setelah kematian Nabi Isa as, barulah naschahnya-naschahnya itu dibuang, dan ditinggalkan yang 4 (empat) buah itu saja.
Ummat Islam beritiqad dengan seteguh-teguhnya itiqad bahwa Al-Qur'an itu semulia-mulia kitab suci, diturunkan kepada semulia-mulia Nabi, Al Qur'an itu adalah Kitab Suci yang paling akhir datangnya, yang menghapuskan segala kitab-kitab suci terdahulu. Hukumnya berkekalan sampai hari kiamat. Dan Al Qur'an itu akan tetap terpelihara. Allah mengakui yang demikian itu dengan firmanNYA: "Dan bahwasanya Kami telah menurunkan Al Qur'an, dan Kami akan tetap memeliharanya". Al Qur'an Surat Al-Hijr (S.15) ayat 9.
Dmk, semoga kita dapat memahaminya. In Sha Allah. Aamiin....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar