Kamis, 14 Februari 2019

Kajian Islam "Sekilas Tentang Jalan Ikhtiraa dan Jalan Inayat"

Jalan Ikhtiraa', ialah : menetapkan bahwa alam ini baru; ada, sesudah diadakan. Tia-tiap yang baru, tentulah dengan sendirinya , berhajat kepada yang mengadakannya (menjadikannya). Jika kita perhatikan tumbuh-tumbuhan, misalnya, maka akan didapati bahwa tumbuh-tumbuhan itu ada, sesudah tak ada. Dan sesudah ada, kembali pula kepada tak ada. Maka demikianlah keadaannya, tentulah wujudnya, tak mungkin dari zatnya sendiri.
Sebenarnya, paham bahwa alam ini, baru; ada sesudah diadakan oleh yang wajib ada, memang suatu tabi'at (kebiasaan) atau suatu watak yang telah tercipta dalam fitrah manusia. Akal tidak akan menerima ada sesuatu, dengan tidak ada yang mengadakan. Maka sangat jelaslah bahwa alam ini dijadikan, dan jelas pula bagi kita bahwa memang ada yang menjadikannya; DIAlah ALLAH yang wajibul-wujud.
Apabila kita perhatikan benda-benda yang beku, maka kita mendapatinya: berdiri, hidup, maju berangsur-angsur mencapai kesempurnaan. Maka akal kita tiada menerima, bahwa benda-benda itu sendiri yang mengadakan hidupnya. Kalau demikian, mau tak mau, kita harus mempercayainya, bahwa ada ada yang mengadakan hidup pada benda-benda itu. Yang mangadakan hidup padanya, itulah yang menjadikannya, yaitu Allah Swt. Hal ini dapat di lihat dalam Al Qur'an Surat Al Baqarah (S.2) ayat 164: 

Penjelasan tentang Jalan Inayat, untuk menetapkan ada Tuhan, kita perhatikan "inayat" atau perhatian dan perindahan yang sangat besar yang didapati/ditemui manusia. Jika manusia memperhatikan keadaa alam, nayatalah bahwa alam ini dipermudah Allah untuk manusia; dipermudah untuk dapat tunduk untuk manusia. bersesuaian dengan wujud manusia dan wujud segala yang maujud ini. Kalau demiian, tentulah ada yang mengadakan sebab-musabab yang mewujudkan demikian. Bukan manusia sendiri yang menarik perhatian itu kepadanya. manhusia diberi Allah pendengaran, penglihatan, pembicaraan, akal dan pendapat, maka mustahil sekali tabiat sendiri atau yang dikatakan natuur (alami) sendiri tidak mempunyainya.
Maka jika alam tidak mempunyai, betapa ia dapat memberikan kepada selainnya. Kesimpulannya, ada yang menjadikan alam, yang sangat mendengar, sangat melihat, sangat berbicara memberikan perintah, mengeluarkan larangan dan sangat bijaksana yang melimpahkan kepada manusia pancaindera dan alat-alat pendapatnya.  Hal ini dapat dilihat dalam Al Qur'an Surat An-Nahl (16) ayat 70
Ini, semua membuktikan "ada Tuhan" yaitu "ALLAH" yang menjadikan kita dan semesta alam ini.
Untuk memperjelasnya, dapat kita lihat di dalam Al Qur'an Surat Al-Hajj (S.22) ayat 66: "Dan Dialah yang menghidupkan kamu, kemudian mematikan kamu, kemudian menghidupkan kamu kembali (pada hari kebangkitan). Sungguh, manusia itu sangat kufur nikmat".
Allah Sang Maha Pencipta memudahkan kita  mengambil manfaat dari alam ini. Allah mengajari dan menunjuki kita bagaimana caranya menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, supaya kita bisa dengan mudah sesuai dengan kemauan kita. Allah memudahkan laut buat kita, sehingga dapat dilayari. karena dapat dilayari, di ajarkan kita membuat kapal, mempelajari Undang-undang Sumber Daya Air. Allah memberikan kemudahan bagi kita untuk menundukkan sungai-sungai dan Danau-danau, waduk serta rawa-rawa.  Dari dalam laut itu kita dapat mengambil berbagai hasilnya berupa ikan, mutiara, minyak bumi, gas dll. Allah memudahkan  isi bumi ini untuk kita. Allah memudahkan muka bumi ini buat kita untuk bersawah-berladang, bercocok tanam, Hutan dan rimba raya dimudahkan buat kita untuk belajar menghahayati berbagai macam tanam untuk obat, dan juga berbagai macam jenis binatang. Allah memudahkan kita untuk menguasai udara dan alam raya (langit) dan mempelajari Undang-Undang Udara serta tabiat (kebiasaan) alam langit, mengambil petunjuk dari bitang-bintang dengan ilmu Astronomi, Meteorologi, Geo Fisika dst2 Semua ketentuan dan Undang-Undang itu tunduk dibawah kekuasaan dan kehendak Allah sendiri.
Seluruh ayat Al Qur'an yang mengenai soal ini, adalah sebagai penegak dalil Ikhtiraa dan Inayat.
Demikian sekilas, Semoga kita paham berkat hidayahNYA. Aamiin.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar