Rabu, 12 Juni 2019

Kajian Islam ttg: Kebiasaan masyarakat zaman now

Didalam walimah nikah masyarakat zaman now, masih banyak berbagai hal yang perlu diluruskan agar bersesuaian dengan syariat dan tidak merusak moral serta tidak merugikan material. Walimah nikah zaman now, hampir  semuanya diselenggarakan dengan pengeluaran biaya yang tidak sedikit.
Di zaman Umar pernah melarang orang-orang yang mampu dan berkecukupan untuk berlebih-lebihan dalam kegiatan walimah nikah dengan sajian makanan yang berbagai macam. Hal itu di khawatirkan akan menjadi adat-kebiasaan yang memberatkan dan dapat nantinya masyarakat umum mengikuti kebiasaan yang menjerumuskan  kejalan beban hutang yang memberatkan.
Diberitakan Ibnu Umar bahwa pada suatu ketika Umar mendengar berita bahwa Jazzied Ibnu Abi Syofyan setiap waktu  menyajikan berbagai jenis makanan; setiap saat menyiapkan makanan-makan yang lezat. Umar berkata kepada seorang budak Jazied yang telah dimerdekakan, ujarnya: Bila datang waktu Jazied makan, beritahulah kepadaku. Aku ingin menyaksikan keadaan makanannya.
Maka dikala diberitahukan yang demikian kepadanya, pergilah beliau kerumah Jazied. Sesampai disana, Jazied mempersilahkan Umar masuk dan meminta agar Umar bersedia untuk makan bersama. Makanan yang mula-mula disuguhkan, ialah daging masak. Sesudah itu dibawa lagi daging panggang.  Jazied dengan tidak memperhatikan keadaan Umar terus mengambil daging panggang itu dan lalu memakannya. Sedangkan Umar tidak makan lagi. Dalam keadaan itu Umar berkata kepada Jazied. Wahai Jazied, apakah engkau  makan makanan atas makanan ?  Demi Tuhan, jika kamu menyalahi adat yang dibiasakan rakyat umum, maka Allah akan membawa mereka kejalan yang keliru disebabkan ulah pekertimu.
Maksud Umar menegaskan bahwa masyarakat umum akan senantiasa meniru-meneladaniorang-orang besarnya. Maka sebab itu karena pemimpin terlalu memewahkan walimah nikah, terlalu membesar-besarkan acara resepsi, masyarakat umum  akan terjerumus kedalam kancah mengikuti hawa nafsu dengan tidak disadari dan terjadilah lomba-berlomba dalam soal perhelatan. Masing-masing mereka ingin melabihi temannya; ingin menyediakan makanan yang lebih banyak; lebih lezat-sedap. Sehingga mereka berlebih-lebihan dan bangga membanggakan diri.
Nabi bersabda: "Berlaku hemat itu, seproh penghidupan" (HR. Al Baihaqy). dmk. Semoga kita sll dalam hidayahNya. Aamiin. @@

Tidak ada komentar:

Posting Komentar