Sabtu, 29 Desember 2018

Kajian Islam tentang "Makna Shalat, Rupa, Hakikat dan Jiwa"

Shalat secara bahasa berati Do'a, atau keberkatan. Adapun pengertiannya yang dimaksud syara' dalam perkataan " dirikan olehmu akan shalat", ialah: "Menghadapkan hati (jiwa) kepada Allah, hadap yang mendatangkan takut akan Allah dan menumbuhkan rasa kebesaran dan kekuasaan Allah dalam jiwa seseorang".
Dengan ibarat yang lain boleh juga dikatakan begini: Shalat itu, ialah: 'Menghadirkan hajat dan keperluan kita kepada Allah yang kita sembah, kita puji dan sanjung, dengan beberapa perbuatan dan beberapa perkataan yang dilaksanakan Rasul kaifiyatnya atau tata tertibnya".Dengan ta'rif ini nayatalah hakikat dari shalat yang kita kerjakan itu.
Adapun jiwanya (ruhush Shalah), ialah: "menghadapkan jiwa kepada Allah dengan sepenuh kemauan; dengan segala khusyu' dan chudu'; denganikhlas yang penuh; baik dikala mengucapkan dzikir maupun dikala berdo'a ataupun diketika memuji".
Tegasnya, shalat itu menghadapkan jiwa (mendhahirkan hajat) kepada Allah dengan khusyu' dan chudu', ikhlas dan yakin dengan beberapa pekerjaan dan perkataan yang telah ditentukan oleh syara' (Agama) sendiri.
Biasanya para guru kita apabila memberikan ta'rief (definisi) shalat berkata: "Shalat itu , beberapa perkataan dan beberapa perbuatan yang dimulai dengan takbir, disudahi dengan salam. Ta'rief yang diberikan para guru ini, sebenarnya (kata Prof TM Hasybi Ash Siddiqy) "hanya mengenai rupa shalat saja", tidak menegaskan hakikat dan jiwa shalat. Oleh karena ta'rief shalat mereka berikan demiian, tidak terasa oleh mereka, masyarakat beranggapan bahwa apabiola seseorang telah melukiskan gambaran shalat dengan lisan dan anggotanya, maka tertunailah kewajibannya. Sekiranya mereka insafi hakikat da jiwa dari shalat itu, tentulah akan terasa benar olehnya bahwa shalat itu tidak dihukum menjadi shalat yang diperintahkan, apabila didalamnya dilaksanakan dengn khusyu' dan khudu' serta ikhlas hati.
Ta'rief yang melengkapi rupa yang lahir dan hakikatnya:
"Ta'rief yang melengkapi rupa dan hakikat shalat, ialah: Berhadap hati (jiwa) kepada Allah, hadap yang mendatangkan takut, menumbuhkan rasa kebesaranNYA dan kekuasaanNYA dengan sepenuh khusyu' dan ikhlas didalam beberapa perkataan dan perbuatan yang dimulai dengan TAKBIR dan disudahi dengan SALAM.
Inlah satu faktor yang perlu diperhatikan masyarakat agar dalam mendirikan shalat kita nanti dapat terhindar dari sifat keji dan mungkar sebagaimana yang di jelaskan dalam al-qur'an .Demikian.
Semoga kita dapat memenuhinya, Insya Allah....Aamin.....@

Tidak ada komentar:

Posting Komentar